Tradisi Sewu Kupat Muria Berlangsung Meriah, Ratusan Warga Berburu Keberkahan

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan warga tampak antusias menghadiri Festival Sewu Kupat Muria 2024, yang berlangsung di Taman Ria Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Rabu (17/4/2024). Di sana, mereka menanti puluhan gunungan ketupat yang akan dibagikan kepada warga.

Tak hanya berburu keberkahan tradisi turun temurun itu, warga juga menikmati penampilan Shodiq Monata. Setelah didoakan, warga pun berjubel mengambil ketupat atau lepet untuk mencari keberkahan

Ketua Panitia Festival Sewu Kupat Muria, Muhammad Antono, mengatakan, tradisi kembali digelar setelah sempat vakum selema beberapa tahun. Menurutnya, tahun ini tradisi tersebut digelar berbeda yang awalnya berkonsep parade diubah menjadi festival.

-Advertisement-

Baca juga: 200 Kapal Nelayan Meriahkan Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara

“Karena yang dulu-dulu kan parade, sekarang festival. Jadi sudah ada penjurian untuk semua yang terlibat. Ke depannya juga ada piala bergilir yang akan kita tetapkan untuk gunungan terbaiknya,” beber Antono.

Ia menjelaskan, setidaknya ada 23 gunungan ketupat, d imana 17 di antaranya dari desa di Kecamatan Dawe dan selebihnya dari warga Desa Colo. Menurutnya, total ketupat yang ada dalam acara tersebut 4.000 ketupat dan 4.000 lepet.

“Jadi untuk konsepnya kita kembalikan sejak 2007, yaitu dari warga untuk warga. Event ini juga untuk menguri-uri, mulai dari budaya pariwisata kita libatkan semua. Selain itu untuk mendongkrak ekonomi warga colo dan 18 desa di Kecamatan Dawe,” ujarnya.

Salah satu penggagas acara, Musthofa, menambahkan, kegiatan yang berlangsung itu membawa banyak makna dan manfaat. Pikahnya juga mendoakan kepada semua yang hadir mulai dari warga, pengusaha, serta birokrat agar lebih baik lagi untuk mencapai cita-citanya.

Baca juga: Kamar Pingit Kartini Jadi Daya Tarik Wisata yang Bikin Penasaran Pengunjung

“Kegiatan ‘Sewu Kupat’ ini tidak hanya sekedar untuk bertemu ramai ramai, tapi satu yakinilah bahwa kegiatan ini secara ritual banyak makna dan sudah banyak manfaat yang kita dapatkan,” tutur mantan Bupati Kudus itu.

Musthofa mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai bentuk penghormatan, tawaduk, kepatuhan terhadap Sunan Muria. Sebab, secara tidak disadari, kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi semuanya.

“Saya berharap kegiatan tersebut tetap dilestarikan dan digelar setiap tahun, tanpa harus menunggu stimulan pemerintah daerah. Lantaran, berawal dari ketulusan dan keikhlasan serta sengkuyung warga masyarakat bisa menggelar acara tersebut,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER