31 C
Kudus
Sabtu, April 13, 2024

Terbukti Lakukan Tindak Pidana Ujaran Kebencian, Daniel Divonis 7 Bulan Penjara

BETANEWS.ID, JEPARA – Aktivis Lingkungan Karimunjawa, Daniel Frits Maurits Tangkilisan divonis hukuman pidana tujuh bulan penjara. Dia dianggap terbukti melakukan tindak pidana ujaran kebencian oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jepara.

Vonis ini diputus dalam sidang yang digelar di Ruang Sidang Chandra, Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (4/4/2024). Ketua Majelis Hakim, Parlin Mangantas Bona, didampingi Hakim Anggota Joko Ciptano dan Yusuf Sembiring memutuskan enam perkara dalam mengadili kasus Daniel.

“Pertama, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan kesalahan dan tindak pidana tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian terhadap masyarakat kelompok tertentu berdasarkan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA),” kata Ketua Majelis Hakim, Parlin Mangantas Bona saat membacakan hasil sidang putusan.

Baca juga: Bela Aktivis Lingkungan Daniel, ICJR: ‘UU ITE Mudah Sekali untuk Jerat Orang Aktif Bersuara’

Kedua, Daniel dijatuhi hukuman pidana penjara selama tujuh bulan dan denda Rp5 juta. Namun, apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Ketiga, masa penangkapan dan penahanan yang sudah dijalani oleh Daniel dikurangi dengan pidana yang sudah dijalani. Sehingga, Daniel yang ditahan sejak Januari 2024, akan bebas dari masa tahanan pada Juli mendatang.

Keempat, menetapkan Daniel tetap ditahan. Kelima, menetapkan barang bukti berupa handphone Xiaomy warna hitam dan akun Facebook atas nama Daniel untuk dimusnahkan. Terakhir, membebankan kepada Daniel untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

Majelis Hakim dalam sidang putusannya mengatakan putusan pidana yang dijatuhkan kepada Daniel bertujuan untuk melindungi masyarakat agar tercipta suasana yang tertib. Sebab dengan adanya kasus tersebut, majelis hakim mengatakan masyarakat Karimunjawa terpisah menjadi dua kelompok.

Baca juga: Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Daniel: ‘Saya Khawatir Nasib Pejuang Lingkungan ke Depan’ 

Komentar yang dituliskan Daniel dalam akun Facebook-nya juga terbukti bukan ditujukan kepada pemilik tambak atau yang diduga terlibat dalam aktivitas tambak, melainkan ditujukan kepada masyarakat umum. Sehingga, komentar tersebut menimbulkan rasa kebencian bagi beberapa masyarakat Karimunjawa.

“Putusan ini diberikan untuk melindungi masyarakat agar tercipta ketertiban, bukan semata-mata sebagai pembalasan dendam terhadap pelaku tindak pidana, tetapi juga harus ditinjau dari segi pemanfaatan bagi terdakwa dan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER