BETANEWS.ID, KUDUS – Tren malam takbir keliling (tarling) di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, semakin mewah dan meriah setiap tahunnya. Seperti tahun ini, pelaksanaan tarling di sana dijamin meriah, karena ada 20 sound horeg dan pesta kembang api.
Namun, di balik itu semua ada berbagai upaya yang dilakukan masyarakat dan pemerintah desa agar semua bisa terlaksana. Mulai dari iuran yang tiap orang bisa mencapai jutaan hingga melebarkan akses jalan.
Baca Juga: Pembangunan 4 Gedung Produksi SIHT Akan Digenjot Setelah Lebaran
Kepala Desa (Kades) Kutuk, Supardiyono mengaku, melebarkan jembatan untuk fasilitasi warga agar semua masyarakat bisa merasakan kemeriahan malam Hari Raya Idulfitri, dengan sound horeg.
“Ukuran jembatan tadinya 2,5 meter. Karena truk sound ternyata 4 meter, supaya bisa masuk, tiang pengaman dirubuhkan untuk dilebarkan,” jelasnya.
Ia menuturkan, saat ini kedua jembatan tersebut sudah rampung dan siap untuk dilewati truk sound horeg saat pelaksanaan kegiatan tarling. Menurutnya, saat ini jembatan tersebut dilebarkan menjadi 4,40 meter. Hal tersebut untuk spes jalan dan agar aman saat dilintasi.
Sementara itu, Panitia Musala Nurul Iman, Rudi Krisnanto mengatakan, tahun ini merupakan tahun pertama kali Mushola Nurul Iman mendatangkan sound horeg dari luar kota yakni dari Blitar, Jawa Timur.
“Untuk iuran mendatangkan sound horeg ini, merupakan swadaya masyarakat. Tapi lebih dikelola oleh pemuda, dengan iuran Rp1 juta setiap pemuda,” bebernya saat ditemui, Senin (8/4/2024).
Harga sewa sound horeg dari Jawa Timur yang telah disewa masing-masing masjid dan musala sangat beragam. Ada yang biayanya Rp30 juta, Rp35 juta, ada pula dengan biaya Rp55 juta.
Baca Juga: 19 Poliklinik RSUD Kudus Tetap Layani Pasien pada Cuti Lebaran, Ini Daftarnya
Sedangka panitia Musaa Rodhotul Umar, Muhammad Nurul Yaqin mengatakan, pihaknya juga mendatangkan sound dari Jawa Timur, bernama Idola Audio. Harga sewa sound tersebut Rp20 juta, denga penyewaan selama tiga hari.
“Tipe iuran kami bergelombang mas. Ada pemuda, warga, kita juga lihat dari ekonomi juga. Untuk pemuda kisaran Rp400-500 ribu. Yang terpenting kita semua sepakat untuk menyewa sound ini,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

