Ramai Pembeli, Penjual Lampion Lebaran di Getas Pejaten Sampai Kewalahan Produksi

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan lampion berbagai warna dan jenis karakter tampak terpampang di pinggir Jalan Desa Getas Pejaten, tepatnya Depan SPBU Kopi Kretek. Di sana, beberapa orang tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang menggulung benang untuk dijadikan lampion, menghias dengan beberapa karakter kartun, dan sebagainya. Satu diantaranya adalah Suyono.

Saat ditemui, Yono, begitu sapaan akrabnya, mengatakan, saat ini untuk permintaan atau penjualan lampion pada momen lebaran sudah mulai banyak. Bahkan, jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada peningkatan.

Beberapa jenis Lampion Lebaran yang dijual Yono di Depan SPBU Kota Kretek, Getas Pejaten. Foto: Kaerul Umam

Alhamdulillah ini ramai, Mas, banyak pesanan yang datang. Kemungkinan tahun ini ada kenaikan produksi, melihat dari permintaan pesanan yang banyak. Karena saya juga jual sendiri di depan rumah, ada juga tengkulak yang ambil dari sini,” ungkapnya, Rabu (3/4/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Yang THRnya Sudah Turun, Ramayana Kudus Beri Diskon hingga 80 Persen Nih

Ia menjelaskan, saat ini sudah ada 140 lampion yang dipesan empat masjid, yaitu masjid di Sungingan, masjid di Getas Pejaten, masjid di Prambatan, masjid di Pedawang. Bahkan sampai saat ini pihaknya mengaku kewalahan membuat lampion pesanan maupun untuk dijual sendiri.

“Mulai ramai ada pesanan maupun pembeli ecer H-10 sebelum lebaran. Sedangkan saya mulai produksi sejak pertengahan puasa. Waktu itu hanya buat sedikit demi sedikit, karena memang belum seramai sekarang,” katanya.

Di tempatnya, Yono menyediakan lampion berbagai karakter, meliputi angry bird, owl, gajah, dan Doraemon. Untuk lampion karakter kartun ia patok dengan harg Rp30 ribu.

Alhamdulillah saat ini sudah terjual sebanyak 100 lampion secara ecer. Untuk tahun ini rencana buat sekitar 500 lampion, di luar pesanan. Kalau memang ramai membuat lagi, jadi menyesuaikan kondisinya,” ujarnya.

Baca juga: Mulai H-1 Lebaran Penjualan Jenang di Mubarok Food Diambil Alih Warga Sekitar

Untuk melayani permintaan pesanan yang membeludak, Yono bahkan harus membawa satu kelurganya yang berasal dari Grobogan, terdiri istri, anak, dan menantunya.

“Dalam satu hari bisa membuat 20-30 lampion, Mas. Jadi sudah siap dijual. Karena kita masing-masing bagi tugas, saya menggulung benang untuk jadi lampion, istri dan anak menghias lampion agar terlihat karakter kartun, dan menantu bagian lem benang dan pasang baterai lampu,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER