BETANEWS.ID, JEPARA – Muhammad Ibnu Hajar, anak kedua dari Ahmad Marzuqi, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Jepara periode 2012-2019 mengaku siap mencalonkan diri sebagai wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.
Bentuk keseriusan tersebut ia lakukan dengan mengikuti penjaringan bupati dan wakil bupati yang dibuka oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P dan Partai Demokrat. Sedangkan ia sendiri merupakan kader dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Baca Juga: Politisi PPP dan PKB Jepara Daftar Penjaringan Cabup Lewat DPC PDI-P
Selain itu, ia yang saat ini masih tercatat sebagai anggota aktif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara dan lolos kembali dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 juga mengaku siap mundur sebagai anggota dewan.
“Itu nanti mekanisme partai dan peraturan KPU kalau wajib mundur ya kita mundur, kita melihat aturan juga. Kalau siap melangkah ya siap mengambil semua konsekuensi politik,” katanya saat ditemui usai mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran penjaringan bupati dan wakil bupati di Kantor DPC PDI-P Jepara, Rabu (24/4/2024).
Ia mendaftar penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di partai lain karena saat ini dari PPP sendiri belum membuka pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati.
Jika nantinya PPP membuka pendaftaran, ia mengaku juga akan mendaftar di PPP namun tetap sebagai bakal calon wakil bupati Jepara.
“Di PPP nanti kalau membuka (pendaftaran) saya tetap di wakil, Dari pribadi dan keluarga inginnya mencalonkan wakil bupati. Saya itu ingin Napak tilas, dari anggota DPRD, wakil bupati, InsyaAllah ke depan bisa naik pangkat atau jabatan seperti bapak, dari bawah dulu,” ujarnya.
Baca Juga: 1.414 Jamaah Calon Haji Jepara Akan Berangkat Akhir Mei, 318nya Lansia
Dengan mengikuti penjaringan di semua partai yang membuka pendaftaran juga menjadi bentuk komunikasi dirinya kepada semua partai agar namanya dapat muncul sebagai calon yang nantinya diusulkan dalam Pilkada Jepara 2024.
“Semua partai punya aturan main. Kalau kita mau koalisi tapi ngga daftar ke partai lain kan ngga mungkin nama saya akan muncul di nama yang akan dimunculkan dalam Pilkada. Sehingga harus ikut penjaringan partai yang membuka pendaftaran,” tegasnya.
Editor: Haikal Rosyada

