BETANEWS.ID, JEPARA – mendekati lebaran, biaya jasa tukar uang baru mengalami kenaikan. Jika biasanya per Rp100 ribu biayanya Rp10 ribu, saat ini naik menjadi Rp15 ribu.
Salah satu penyedia jasa, Agung Budi Wibowo (27) mengatakan, naiknya harga jasa tersebut membuatnya sering diprotes para pembeli. Karena harga dari pemasok juga mengalami kenaikan, ia lebih sering menolak pembeli yang menawar di bawah harga.
“Kebanyakan pada protes, biasanya Rp10 ribu, ini Rp15 ribu, ya, mohon dimaklumi karena saat ini barangnya juga susah. Dari sananya harga juga naik,” katanya saat ditemui di Depan SMP 6 Jepara, Jumat (5/4/2024).
Baca juga: Jasa Penukaran Uang Baru Pinggir Jalan Mulai Bermunculan di Kudus
Warga Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang itu mensiasati dengan memberikan diskon kepada pembeli yang menukar uang di atas Rp500 ribu. Jika biasanya jasa tukar uang untuk nominal tersebut dipatok Rp75 ribu, ia memberikan harga Rp70 ribu.
Lebih lanjut ia mengatakan, mendekati Hari Raya Idulfitri sekitar H-5 sampai H-3, pembeli biasanya semakin ramai. Jika sebelumnya biasanya hanya ramai saat malam hari, menjelang lebaran saat siang hari juga mulai ramai pembeli.
“Kalau sekarang sudah mulai ramai, daripada awal-awal dulu jualan, H-7 lebaran sehari biasanya yang tukar uang bisa Rp15-20 juta,” ungkapnya.
Penyedia jasa lain, Suwanto (45), mengatakan, saat mendekati lebaran, transaksi jasa tukar uang miliknya mampu mencapai Rp20-30 juta dalam sehari. Pecahan uang yang biasanya banyak dicari oleh pelanggan yaitu R 5 ribu dan Rp2 ribu.
Baca juga: Alokasi Uang Baru untuk ‘Wisit’ Lebaran di Bank Jateng Kudus Turun 30 Persen
“Yang paling banyak dicari biasanya yang Rp5 ribu sama Rp2 ribu yang baru itu paling laku,” kata warga Kelurahan Jomblang Sari, Kecamatan Candi, Kota Semarang itu
Ia sendiri sudah dua minggu membuka jasa tukar uang di Jepara dan akan tetap berjualan sampai H-1 lebaran.
Editor: Ahmad Muhlisin

