31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Sebut Bantuan untuk Petani Sudah Ada di Rekening, tapi Tak Bisa Cair Karena Diblokir

BETANEWS.ID, PATI – Petani di Kabupaten Pati yang mengalami gagal panen karena bencana banjir pada 2023 lalu, hingga kini masih menunggu bantuan simultan dari pemerintah yang sampai sekarang belum juga cair.

Koordinator Kelompok Tani se-Kabupaten Pati, Marzuki, mengatakan, di Pati setidaknya ada sebanyak 171 kelompok tani yang seharusnya mendapatkan bantuan itu. Kelompok tani tersebut tersebar di 8 kecamatan, yakni Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Wedarijaksa, Margorejo, Jakenan, dan Juwana.

Dari jumlah kelompok tani itu, menurutnya baru ada 19  yang dibuatkan rekening untuk penerimaan bantuan dari pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: Sudah Ada Penyerahan Simbolis dari Presiden, tapi Bantuan untuk Petani Pati Tak juga Cair

“Yang pertama itu ada 10, yaitu saat pencanangan penyerahan bantuan oleh Pak Presiden Jokowi di Pekalongan dan yang kedua ada 9 saat di Grobogan,” kata Marzuki, Rabu (20/3/2024).

Menurutnya, beberapa petani yang sudah dibuatkan buku rekening tersebut pernah mengecek ke bank untuk dicairkan. Namun, hal itu urung dilakukan, karena ternyata belum bisa cair.

 “Kemarin sempat dicekkan, karena rekeningnya itu di BNI,  di situ memang rekeningnya aktif, nominalnya juga ada. Tapi mau dicairkan nggak bisa, karena masih diblokir BNPB,” imbuhnya.

Ia mengaku tidak tahu pasti terkait dengan belum bisa dicairkannya bantuan yang diperuntukkan bagi petani yang gagal panen itu. Sampai sekarang, ia mengaku belum mendapatkan informasi yang pasti.

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setiawan menegaskan bantuan untuk petani gagal panen atau puso pada 2023 sebesar Rp8 juta per hektare dipastikan akan disalurkan.

“Hanya ninggal tunggu waktu dan administrasi, jika sudah clear, kita akan bagian kepada kabupaten-kabupaten secara simultan pada saatnya,” ucapnya.

Baca juga: Sawah Terendam Banjir, Petani di Pati Terpaksa Panen Dini

Lanjutnya, dari Presiden katanya sudah memastikan bahwa bantuan untuk petani tahun 2023 sebesar Rp 8 juta per hektare sawah itu akan tersalurkan. Meski begitu, dirinya tidak berani untuk memastikan kapan waktu pastinya penyaluran bantuan itu.

“Saya menegaskan, tidak menyebut kapan tanggal dan hatinya kapan, tapi dalam waktu dekat. Karena itu salah satu tugas kami juga. Saya membantu Pak Kepala BNPB, ketika data sudah masuk, kami minta top up anggaran kepada Kementerian Keuangan. Ketika sudah ada tinggal salurkan, by name by address,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER