Rumahnya Terendam Banjir, Mustika Terpaksa Bawa Bayinya Tinggal di Pengungsian

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan orang tampak memenuhi aula gedung serbaguna NU Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat ada yang tiduran, dan ada yang mengobrol satu sama lain. Mereka adalah warga Dukuh Goleng yang merupakan korban banjir.

Satu di antara mereka adalah Mustika, yang terpaksa membawa bayinya yang berusia satu bulan mengungsi. Dia mengungsi sejak Jumat (15/3/2024) karena ketinggian air di rumahnya sudah sepinggang orang dewasa.

“Karena rumah kebanjiran dan tak ada alternatif tempat lain, jadi ikut mengungsi di tempat yang disediakan desa bersama warga korban banjir lainnya,” ujar Mustika, Sabtu (16/3/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Banjir Dukuh Goleng Kudus Sentuh 2,5 Meter, Kerugian Setiap KK Ditaksir Capai Belasan Juta

Karena tinggal di pengungsian, ia pun harus memaklumi jika ada orang yang berisik. Sementara untuk pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, dilakukannya di lokasi yang sama di lokasi tidurnya.

“Tidak ada tempat khusus untuk menyusui. Jadi saya lakukan di sini di antara pengungsi lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri, mengatakan, banjir sudah menggenangi Dukuh Goleng sejak tiga hari lalu dengan ketinggian kurang lebih 1.5 meter. Semua rumah yang ada di dukuh tersebut saat ini terendam banjir.

Baca juga: Warga Undaan Kidul Tinggikan Tanggul Sejak Jumat Malam, Sampai Tak Tidur untuk Jaga-Jaga

“Warga yang terdampak banjir ada 1.100 jiwa. Sementara yang mengungsi ada 231 jiwa. Sementara lainnya, ada yang memilih mengungsi di rumah kerabat masing-masing,” ujar Badri.

Hingga Sabtu (16/3/2024), jumlah pengungsi berjumlah 231 jiwa Itu terdiri 78 laki-laki dan perempuannya 143 orang. Di antara mereka terdapat 33 warga lanjut usia (lansia) dan 12 balita, termasuk 2 bayi serta satu ibu hamil.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER