BETANEWS.ID, KUDUS – Kambing kendit disembelih di lokasi tanggul Sungai Wulan yang jebol, Rabu (20/3/2024). Cerita berkembang di masyarakat, kambing kendit yang disembelih tersebut sebagai upaya agar penambalan tanggul lancar dan tak jebol lagi.
Sebelumnya, beredar video yang menarasikan penunggu tanggul Sungai Wulan menginginkan kambing kendit sebagai tumbal. Namun, penyembelihan kambing kendit itu lantas menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Warga Karanganyar, Asep Rahayu (42), mengatakan, cerita terkait penunggu tanggul yang meminta sesaji bukanlah mitos, tapi benar adanya. Nyatanya, setelah ditumbali kambing kendit banjir cepat surut.
Baca juga: Tanggul Sungai Wulan yang Jebol ‘Ditumbali’ Kambing Kendit, Ini Penjelasannya
“Alhamdulillah kan, nggak ada hujan lagi. Semoga saja pekerjaan penambalan tanggul sungai lancar dan tidak jebol lagi,” bebernya, Jumat (22/3/2024).
Hal berbeda diungkap Kastono (47). Warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar tersebut tak percaya mitos terkait jebolnya tanggul Sungai Wulan yang kedua kali.
“Penyembelihan kambing agar penambalan tanggul Sungai tak jebol lagi itu mitos. Ada yang percaya dan ada yang tidak,” ujar Kastono saat ditemui di tenda pengungsian.
Menurutnya, jebolnya tanggul sungai yang kedua itu karena penambalannya menggunakan tanah yang lembek, tidak tanah keras. Sehingga, ketika terjadi hujan dan debit air sungai naik, tanggul sungai pun kembali jebol.
“Tetap jebol. Nggak pengaruh itu penyembelihan kambing kendit di lokasi penambalan tanggul Sungai Wulan. Karena yang utama itu kekuatan tanggul,” bebernya.
Disinggung terkait warga setempat sudah melupakan tradisi sedekah bumi, Kastono menampiknya. Menurutnya, warga Desa Ketanjung khususnya Dukuh Norowito masih menguri-uri tradisi tersebut.
Baca juga: Banjir Karanganyar Demak Surut, Sisakan Gunungan Sampah yang Tutup Jalur Pantura
“Warga di sini itu masih melestarikan tradisi sedekah bumi. Ketika bulan Apit (Dzulqa’dah), desa kami melakukan sedekah bumi dengan hiburan ketoprak, dan setiap Bulan Suro juga ada tradisi selametan menyembelih kambing,” ungkapnya.
Sebagai informasi, penyembelihan kambing kendit dilakukan pada Rabu (20/3/2024). Setelah disembelih, kepala dan empat kaki kambing di tanam di lokasi tanggul dan dagingnya dimasakn untuk dimakan.
Menurut sesepuh desa, Suripto, penyembelihan kambing kendit itu sebagai upaya agar pekerjaan penambalan tanggul cepat terselesaikan dan tak jebol lagi. Selain itu, warga sekitar juga terselamatkan dari bencana apapun, termasuk banjir.
Editor: Ahmad Muhlisin

