BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa jenis bunga anggrek tampak tertata dengan cantik di Toko Mega Anggrek, Dukuh Dlingo RT 3 RW 1, Desa Pengajaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Bunga-bunganya yang bermekaran dengan indah seperti mengundang siapapun untuk mampir.
Usaha milik Lina itu menyediakan 15 jenis, yaitu anggrek bulan mini, anggrek bulan jumbo, anggrek dendrobium, banana yellow, catleya, vanda, anggrek ekor tupai, dan masih banyak lainnya.

“Di sini kami hanya menyediakan tanaman bunga anggrek saja. Saya pengin di Kudus, warganya suka anggrek. Meskipun banyak tempat yang jual anggrek tapi belum ada yang mengkhususkan,” bebernya, Rabu (13/3/2024).
Baca juga: Bisnis Sampingan yang Menggiurkan dari Harumnya Bunga Kenanga
Anggrek itu ia jual mulai Rp50 ribu sampai Rp350 ribu. Yang paling mahal adalah anggrek dendrobium keriting. Tanaman bernama latin Orchidaceae itu bisa dibeli setiap hari pada jam buka pada pukul 7.00-17.00 WIB. Selain itu, dirinya juga melayani pembelian secara daring.
“Sejauh ini hampir semua jenis anggrek diminati pembeli, tergantung kesukaan dan kebutuhan masing-masing,” ungkap wanita berusia 61 tahun tersebut.
Menurutnya, saat ini anggrek menjadi tanaman yang dibuat oleh-oleh ataupun hampers ketika berkunjung atau menjenguk orang sakit. Hal tersebut kini sudah menjadi hal biasa dan wajar bagi warga Semarang, sehingga Lina juga ingin itu terjadi juga di Kudus.
“Sekarang tanaman anggrek dibuat oleh-oleh untuk saudara. Ingin juga menggalakkan tren ini di Kudus. Jadi kalau orang yang diberi oleh-oleh anggrek ini bisa menjadikan pikiran suntuk menjadi segar,” terang ibu yang dikaruniai dua orang anak itu.
Baca juga: Dari Bisnis Bunga Anggrek, Rahma Bisa Biayai Kuliah Pascasarjana di UGM hingga Lulus
Lina menuturkan, Mega Anggrek yang menyediakan berbagai macam jenis anggrek itu sudah berjalan dua bulan terakhir ini. Dengan pemeliharaan yang simpel dan terlihat cantik serta bunga yang berbau wangi semerbak, membuatnya kepengin merintis usaha itu sejak lama.
“Dari dulu saya memang suka dengan tanaman, apapun itu, termasuk anggrek. Sedangkan untuk anggrek sendiri saya lebih intens merawat dan suka itu sejak setelah pensiun. Sebelumnya, ya, fluktuatif, Mas,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

