BETANEWS.ID, JEPARA – Lumpuhnya jalan Pantura Demak-Kudus membuat arus lalu lintas dialihkan melalui Pertigaan Trengguli-Mijen (Demak) melewati Kabupaten Jepara. Namun, kondisi Jalur alternatif tersebut kini megalami macet parah.
Sopir Kontainer tujuan Surabaya-Bandung, Hairudin (54) bercerita, ia sudah terjebak macet mulai dari arah perbatasan Kabupaten Kudus menuju Kabupaten Jepara sejak kemarin sore, Selasa (19/3/2024) sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi kemacetan bahkan masih terjadi sampai pagi hari.
“Macet sudah dari kemarin, 12 jam lebih. Dari jam 5 sore mulai dari perbatasan Kudus-Jepara, nyampe pagi baru sampai sini (Welahan),” katanya saat ditemui di Jembatan Kalianyar Welahan, Rabu (20/3/2024).
Baca juga: Truk Mogok Depan Masjid Robayan, Jalur Kudus-Jepara Macet Sejak Pagi
Ia bersama dua kawan lainnya, berangkat dari Surabaya sejak Senin (18/3/2024). Seharusnya pada Rabu (20/3/2024) ia sudah sampai di Kota Bandung. Namun, akibat macet yang mengular panjang, ia memperkirakan baru sampai di Kota Bandung pada Kamis (21/3/2024).
Kondisi kemacetan tersebut kemudian berimbas pada bertambahnya biaya operasional yang harus ia keluarkan selama di perjalanan, baik untuk biaya solar dan makan.
“Kalau normalnya Rp1 juta, ini karena macet biaya jadi nambah Rp1,5 juta, karena bertiga kan sama saya,” ungkapnya.
Nasib nahas terjebak macet hingga berjam-jam, juga turut dialami oleh Tarmono (48), sopir truk asal Kota Semarang dengan tujuan Ngabul (Jepara), dan hendak kembali pulang ke Kota Semarang.
Ia berangkat dari Semarang pada kemarin malam, pukul 23.30 WIB dan baru sampai di Ngabul (Jepara) pada pukul 07.00 WIB. Padahal normalnya, perjalanan Semarang-Jepara hanya menempuh waktu tiga jam.
Baca juga: Jalur Pantura Demak Lumpuh, Jalan Kudus-Jepara-Demak Padat Kendaraan di Jam-Jam Ini
“Ini kemarin dari Semarang mau ke Ngabul, terus tadi dari Ngabul mau balik ke Semarang, malah terjebak macet udah satu jam lebih,” katanya saat ditemui di Perempatan Kalipucang, Kecamatan Welahan..
Meskipun, terjebak macet, ia mengaku tidak mengalami pembengkakan biaya operasional yang cukup tinggi. Jika biasanya perjalanan Pulang-Pergi (PP) dari Semarang-Jepara ia hanya menghabiskan Rp200 ribu untuk solar, kini bertambah jadi Rp250 ribu.
Editor: Ahmad Muhlisin

