Istri Pangdam Diponegoro Ikut Masak Menu Berbuka untuk Korban Banjir Kudus dan Demak

BETANEWS.ID, KUDUS – Panglima Daerah Militer (Pangdam) Diponegoro, Mayjen Deddy Suryadi bersama istri meninjau langsung korban banjir yang mengungsi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Rabu (20/3/2024). Mayjen Deddy sebelumnya juga telah meninjau langsung jebolnya tanggul Sungai Wulan yang mengakibatkan banjir besar di Kecamatan Karanganyar, Demak.

Pada momen menyambangi para pengungsi di Gedung DPRD Kudus, istri Pangdam Diponegoro, Sandi Deddy Suryadi menyempatkan ngobrol dengan para pengungsi, termasuk anak-anak. Selain itu, dirinya juga ikut memasak kebutuhan berbuka puasa untuk para pengungsi.

Sandi menyampaikan, kedatangannya ke tempat pengungsian untuk melihat langsung keadaan para korban banjir Kudus dan Demak. Ia juga menyerahkan bantuan logistik untuk para pengungsi.

-Advertisement-

Baca juga: Ketua DPRD Kudus Tegaskan Tak Ada Penolakan Pengungsi dari Demak

“Bantuan ada beras 500 kilogram, mi instan, gula, dan kopi,” ujar Sandi.

Melihat kondisi para pengungsi, Sandi mengaku sedih. Sebab, mereka terhalang untuk aktivitas sehari-hari, terutama untuk anak-anak sekolah.

“Mungkin orang tua masih bisa bekerja, tapi anak-anak tak bisa sekolah. Namun yang pasti, tinggal di pengungsian tak senyaman tinggal di rumah sendiri,” bebernya.

Mayjen Deddy menambahkan, kedatangannya ke lokasi penambalan tanggul karena ada anggota TNI yang ikut membantu dalam pekerjaan tersebut.

“Jadi saya ke sana  untuk memberikan semangat kepada prajurit TNI yang ikut bergotong royong dalam penambalan tanggul. Karena para prajurit itu bekerja 24 jam, yang dibagi dalam dua shift,” ujarnya.

Para prajurit TNI, ungkapnya, bertugas mengisi tanah ke dalam karung. Selain itu, juga ada yang diperbantukan untuk mendampingi operator alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca juga: Jalan Kudus-Jepara Macet Total, Mengular Hingga Proliman Tanjungkarang

“Total yang kami terjunkan untuk diperbantukan penambalan tanggul Sungai Wulan yang jebol ada 100 prajurit TNI. Jika kurang akan kita tambahkan lagi personelnya,” katanya.

Sebab, kata dia, penambalan tanggul Sungai Wulan yang jebol ini berpacu dengan waktu. Menurutnya, mumpung cuacanya bagus dan tidak hujan, jadi penambalan tanggul itu harus dikebut.

“Tadi saya bicara dengan pihak PUPR, informasinya diperkirakan satu atau dua hari lagi, tanggul bisa tertutup. Tinggal nanti peninggian tanggul,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER