31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Gas Melon Bikin Pusing Warga, Langka dan Harganya Ugal-ugalan

BETANEWS.ID, PATI – Dalam dua pekan terakhir ini, warga dipusingkan dengan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon. Keberadaannya yang tiba-tiba langka, juga harganya ugal-ugalan. Di Pati, harga gas melon di pasaran sangat bervariatif. Yang umumnya untuk harga eceran di warung paling mahal sekitar Rp22 ribu, kini bisa tembus Rp35 ribu.

Bahkan, di media sosial, banyak yang menawarkan di atas harga tersebut. Ada yang menyebut Rp40 ribu hingga Rp60 ribu untuk gas elpiji favorit warga ini. Meskipun harganya mahal, warga terpaksa tetap membeli gas melon agar bisa memasak.

“Lha gimana lagi, kita kan butuh. Kalau harga ya ada yang Rp40 ribu, Rp50 ribu. Di sosmed itu, kan, banyak,” ujar Bois, warga Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Pati, Kamis (21/3/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Elpiji Sempat Langka, Pembeli Kini Harus Bawa Fotokopi KK dan KTP

Ia mengaku sudah lebih dari seminggu ini stok gas melon miliknya kosong. Ia mengandalkan satu tabung lagi yang isinya tersisa setengah. Untuk bisa mendapatkan gas melon, ia pun ikut antre di salah satu pangkalan. Meskipun waktunya agak lama, tapi menurutnya yang terpenting kebagian.

Hal senada juga dikatakan Suhartini. Meski harga gas melon mahal, ia tetap membeli karena membutuhkan.

“Ya ini tadi belinya sampa Rp35 ribu per tabung. Untuk belinya juga dibatasi, hanya boleh satu saja,” ucapnya.

Baca juga: Diwaduli Warga Elpiji Langka, Pj Bupati Kudus Langsung Sidak SPBE

Untuk mendapatkan gas melon, ia bahkan mencari hingga ke luar desa. Begitu pula dengan warga lainnya, juga mencari hingga sampai Juwana hingga Pati.

Ia berharap, dengan kondisi seperti ini, pemerintah bisa memikirkan rakyatnya. Yakni supaya masyarakat mudah untuk mendapatkan gas hingga sembako yang harganya tidak terus naik.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER