31 C
Kudus
Jumat, April 19, 2024

48 Desa di 11 Kecamatan di Pati Terdampak Banjir

BETANEWS.ID, PATI – Sebanyak 48 desa di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Pati terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bumi Mina Tani dalam beberapa hari terakhir ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati maupun relawan, sejumlah kecamatan yang terdampak banjir yaitu, Kecamatan Gabus, Kayen, Tambakromo, Sukolilo, Jakenan, Pati, Juwana, Wedarijaksa, Tayu, Batangan, dan Winong.

Data dari SAR Sejam merinci, untuk Kecamatan Gabus ada 13 desa, yakni Desa Soko, Banjarsar, Gempolsari, Sunggingwarno, Mintobasuki, Penanggungan, Kosekan, Babalan, Tanjunganom, Tanjang, Gebang, Wuwur, dan Karaban.

Baca juga: Ketinggian Banjir di Mintobasuki Pati Terus Bertambah, Polisi Imbau Warga Mengungsi

Selanjutnya, untuk Kecamatan Kayen terdapat tujuh desa yang terdampak, yaitu Desa Srikaton, Talun, Trimulyo, Pasuruhan, Rogomulyo, Pesagi, dan Boloagung.

Kemudian, Kecamatan Tambakromo terdapat dua desa, yakni Desa Angkatan Kidul dan Angkatan Lor. Sedangkan di Kecamatan Sukolilo ada satu desa yaitu Kasiyan.

Sementara untuk Kecamatan Jakenan, terdapat lima desa yang terdampak, yaitu Glonggong, Tondomulyo, Sembaturagung, Ngastorejo, dan Karangrowo.

Sedangkan di Kecamatan Pati, ada Desa Widorokandang, Mustokoharjo, dan Desa Purworejo.

Selanjutnya, untuk Kecamatan Juwana, desa yang terdampak yaitu Desa Doropayung, Kudukeras, Bumirejo, Kedungpancing, Jepuro, Tluwah, Sejomulyo, Pekuwon, dan Gadingrejo.

Baca juga: Banjir Rendam Jalan, Warga Pati Siapkan Jasa Angkut Sepeda Motor

Sementara untuk di Kecamatan Winong ada Desa  Bumiharjo dan Pulorejo. Kemudian di Kecamatan Wedarijaksa ada Desa Ngurensiti.

Sedangkan untuk di Kecamatan Tayu, desa yang terdampak adalah Desa Tunggulsari, Dororejo, Margomulyo, dan Tayu Wetan. Kemudian, untuk Kecamatan Batangan ada Desa Ketitangwetan yang terdampak.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, M Budi Prasetyo, mengatakan, banjir yang terjadi di Pati ini, dipicu intensitas hujan yang tinggi sejak pekan lalu. Banjir juga disinyalir lantaran lahan kritis di Pegunungan Kendeng maupun Gunung Muria di wilayah Pati. Akibatnya, sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

”Kalau kita runut, ini terjadi lantaran beralihnya fungsi hutan lindung menjadi tanaman semusim, padi, ketela dan sebagian. Akibatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER