Tradisi Dandangan 2024 Akan Dikembalikan ke Asal-usul, Apa Maksudnya? 

BETANEWS.ID, KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie memastikan Tradisi Dandangan akan diselenggarakan. Saat ini, Dinas Perdagangan (Disdag) sedang menggodok secara matang konsep tradisi tahunan penyambut Bulan Suci Ramadan tersebut.  

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Andi Imam Santoso, mengatakan, Tradisi Dandangan tahun ini akan dikembalikan ke asal usulnya.  

“Tradisi Dandangan telah ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dengan 10 desa pendukung. Makanya gelaran tahun ini akan kita kembalikan ke asal, Kudus kulon,” ujar Andi saat ditemui di ruangannya, Jumat (16/2/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Tradisi Dandangan Dimulai 1 Maret, Tak Lagi di Alun-Alun Kudus tapi Jumlah Pedagang Lebih Banyak   

Andi menjelaskan, gelaran Dandangan tahun ini akan dipusatkan di Menara Kudus. Pusat kegiatan akan bertempat di Alun-Alun Kulon atau Taman Menara. 

“Nantinya selama gelaran Dandangan, di Alun-Alun Kulon itu kita selenggarakan berbagai kegiatan keagamaan Islam,” bebernya. 

Menurut Andi, Tradisi Dandangan akan dilaksanakan pada 1 Maret sampai hari pertama Puasa Ramadan yang ditentukan oleh pemerintah. Namun, pihaknya belum membuka pendaftaran pedagang yang akan berjualan di Dandangan. 

“Pendaftaran belum dibuka. Sebab masih kita bahas secara matang penyelenggaraanya. Sebenarnya ada beberapa PKL yang ingin daftar dan booking stand,” ungkapnya.

Baca juga: Tradisi Dandangan Ditetapkan Kemendikbud sebagai Warisan Budaya Takbenda

Untuk jumlah PKL yang dilibatkan, kata Andi, akan lebih banyak dari tahun sebelumnya, dengan kuota 75 persen PKL lokal dan sisanya dari lain daerah. 

“Meski begitu, di Tradisi Dandangan tahun ini tidak ada stand pedagang di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus steril,” tegasnya. 

Editor: Ahmad Muhlisin 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER