BETANEWS.ID, DEMAK – Sudah dua pekan lebih banjir yang melanda Kecamatan Karanganyar, Demak belum juga surut. Bahkan di Dukuh Kedungbanteng, Desa Wonorejo, ketinggian banjir masih tinggi yakni mencapai 60 centimeter.
Meski masih terendam banjir, warga setempat sudah mulai kembali ke rumah dari pengungsian. Mereka terlihat mulai membersihkan rumah yangterendam banjir sejak Kamis (9/2/2024) lalu.
Salah satu warga, Sugondo, mengatakan, banjir mulai menggenangi kediamannya pada Kamis malam sekitar pukul 02.00 WIB. Menurutnya, air banjir mengalir sangat cepat ke perkampungan warga. Dirinya menyebut, saat sore hari air hanya menggenangi jalan saja. Namun, lama kelamaan air mulai naik bahkan ketinggian air saat itu mencapai dua meter.
Baca juga: Hujan Sejak Pagi, Warga Korban Banjir Demak Khawatir Tanggul Jebol Lagi
“Saya nggak ikut mengungsi. Yang saya ungsikan itu anak dan istri di Kudus. Kalau bapak-bapak warga sini tidak ikut ngungsi karena jaga barang-barang berharga kayak ternak kambing, motor, televisi. Karena khawatir ada penjarahan itu”, jelas Ketua RT03/RW03 Dukuh Kedungbanteng itu, Sabtu (24/02/2024).
Sugondo mengungkapkan, saat ini ketinggian banjir sudah mulai surut dari yang sebelumnya mencapai ketinggian 2 meter kini tinggal 20-30 centimeter untuk di area jalanan. Sementara, ketinggian di rumah-rumah warga masih mencapai 50-60 centimeter.
Dirinya menambahkan, sebenarnya banjir sudah sering melanda tempatnya, bakan setiap tahun. Namun, banjir kali ini merupakan banjir terbesar yang dirasakan oleh warga Kedungbanteng.
“Memang sudah sering banjir setiap tahunnya, tapi biasanya tidak sampai ke rumah hanya jalanan saja. Sebelumnya, sudah pernah menyampaikan keluhan ke pemerintah daerah tapi hingga saat ini belum ada tindakan apapun,” bebernya.
Baca juga: Aset Tak Ada yang Terselamatkan saat Banjir, SDN 1 Wonoketingal Merugi Ratusan Juta
Sugondo melanjutkan, saat itu pernah meminta untuk ditambah gorong-gorong tapi pemerintah daerah bilangnya tidak mampu karena terlalu mahal. Namun, katanya sudah disampaikan ke pemerintah pusat.
“Kedungbanteng itu seperti mangkok kena hujan sedikit sudah langsung banjir. Tadi jalanan sudah mulai kering sekarang hujan dari pagi banjir lagi. Mungkin nanti butuh waktu seminggu lagi buat benar-benar surut,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

