BETANEWS.ID, DEMAK – Penambalan tanggul Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak sudah mencapai 80 persen. Saat ini, para pekerja fokus menebalkan dan menyamaratakan tinggi tanggul.
Warga Dukuh Norowito RT01/RW05, Suprato, menyampaikan, saat ini proses penambalan tanggul masih berjalan sejak 10 hari lalu.

“Sekarang pengerjaan kemungkinan sudah 75-80 persen. Untuk sampai kapannya tidak tahu pasti, ya, tapi sekarang sekitar segitu,” terang Suprato, Selasa (20/02/2024).
Baca juga: Hidup Sendiri, Mbah Khotijah Merana Melihat Rumahnya Porak Poranda Dihantam Banjir
Menurutnya, para korban banjir juga telah kembali ke rumah masing-masing . Namun, tidak dipungkiri masih ada beberapa yang masih di pengungsian karena rumahnya masih tergenang air.
“Beberapa warga sudah kembali ke rumahnya tetapi beberapa juga ada yang belum,” jelas Suprato.
Sedangkan untuk dua titik tanggul jebol di Desa Ngemplik Wetan, saat ini penambalannya sudah tertutup 100 persen. Menurut salah satu warga, Samirin, proses penambalan tanggul yang jebol dilakukan dengan cepat lantaran Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono meminta untuk secepatnya ditambal.
“Pengerjaannya pagi, siang, malam karena memang Pak Mentri saat itu minta secepatnya ditutup. Sempat ada kendala saat penambalan karena air banyak. Tapi saat itu masih bisa dengan cepat ditutup menggunakan delapan eskavator,” beber Samirin.
Baca juga: Korban Banjir Demak Bondong-Bondong Servis Motor di Bengkel Dadakan
Samirin mengungkapkan, banjir kali ini merupakan banjir terbesar yang terjadi setelah 1992 silam. Sebab menurutnya, dahulu banjir yang dirinya alami tak sampai masuk ke dalam permukiman warga.
Sementara itu, untuk akses jalan menuju Karanganyar, Samirin menyebut hingga saat ini masih ditutup karena adanya penyedotan air dari wilayah permukiman warga yang masih terendam banjir.
“Untuk akses jalan sementara ditutup karena adanya penyedotan air. Jadi, lewatnya dari jembatan apung ke Undaan Kudus,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

