31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Kisah Syafaah, Korban Banjir Demak yang Mengungsi di Usia Senja, Cuma Bawa Sehelai Pakaian

BETANEWS.ID, KUDUS – Sungguh pilu nan haru apa yang saat ini dialami Syafaah, lansia berusia 60 tahun korban banjir di Karanganyar, Demak. Di posko pengungsian Terminal Jati Kudus, dia hanya hanya membawa sehelai baju saat mengungsi.

Tumpukan baju terlihat di area luar Terminal Jati, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Beberapa orang juga tampak memilah-milah satu persatu pakaian yang bertumpuk itu.

Baca Juga: Parno Hanya Bisa Makan Mi Mentah Karena Tak Kebagian Jatah Makan

-Advertisement-

Mereka bukanlah pembeli pakaian bekas yang sedang mengikuti tren thrifting, mereka merupakan pengungsi korban banjir Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Satu persatu pakaian yang didapat, kemudian dimasukkan kedalam kantong plastik, kemudian nanti akan mereka gunakan sebagai pakaian ganti.

Di dalam area pengungsian berdiri tenda-tenda tempat para pengungsi beristirahat. Selain itu beberapa tenda didirikan untuk fasilitas para pengungsi seperti dapur umum hingga posko kesehatan.

Salah seorang pengungsi korban banjir, Syafaah mencurahkan kesedihannya mengenai banjir yang dia alami.

Dirinya mengatakan hanya membawa baju yang ia pakai saat menyelamatkan diri dari banjir yang datang pada hari Kamis (08/02/2024) lalu.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan semuanya hanyut terendam air banjir. Saya ke pengungsian itu sekitar hari Kamis sore,” ujarnya, Senin 12/02/2024.

Syafaah berkisah, ketika banjir melanda dirinya langsung mengungsi di Terminal Jati Kudus. Ketika meninggalkan desanya menuju ke tempat pengungsian, ketinggian air saat itu sudah hampir menutupi atap rumah warga.

“Wah rumah-rumah sudah tenggelam semua saya mengungsi disini dengan keluarga mulai dari anak hingga cucu-cucu saya. Suami tidak di rumah lagi rantau di Jakarta,” beber warga asal Ngemplik Wetan itu.

Baca Juga: 200 Korban Banjir Demak Tempati Posko Terminal Jati Kudus

Selama di pengungsian dirinya mengungkapkan tidak ada keluhan yang berat mulai dari kebutuhan sandang hingga pangan, dirinya mengaku tidak ada masalah.

“Saya suka sedih ingin nangis kalau mengingat kejadian itu, harapannya semoga airnya cepat surut dan kembali seperti semula. Masa mau begini terus,” pungkasnya sambil menahan air mata.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER