BETANEWS.ID, DEMAK – Korban banjir di Kabupaten Demak, terutama di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, bisa sedikit bernafas lega usai dapat jatah bantuan air bersih. Sebelumya, sejumlah warga mengaku terpaksa menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga cuci baju.
Salah satu warga, Karminah, mengatakan, sebelum adanya bantuan air bersih, ia menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu terpaksa ia lakukan karena memang kondisi air belum bisa mengalir.
“Terpaksa menggunakan air banjir karena memang saat itu belum ada bantuan air bersih dan kondisi PDAM juga belum hidup sampai sekarang,” bebernya sembari mengambil air bantuan, Selasa (27/2/2024).
Baca juga: Sempat Dipindahkan, Aset dan Perangkat Belajar SDN Ketanjung 3 Tak Terselamatkan
Ia mengungkapkan, akibat menggunakan air banjir selama kurang lebih dua pekan, kulitnya gatal-gatal hingga berwarna merah. Bahkan, gatal yang dideritanya masih terasa hingga kini.
“Karena airnya kurang bersih, di badan ya jadi gatal-gatal. Nggak penak pokeke,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Abdul Kholik. Menurutnya, penggunaan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari selama banjir dilakukan juga karena terpaksa. Bahkan sampai kini, warga Desa Wonorejo RT 9 RW 3, Kecamatan Karanganyar, Demak itu masih menggunakan air sungai bekas banjir.
“Kulitnya pada gatal-gatal, alergi kulit, karena airnya kan nggak bersih. Itu terpaksa, karena memang tidak ada air bersih pada saat itu,” jelasnya.
Baca juga: Bantuan Air Belum Sampai Area Rumahnya, Warga Kedung Banteng Demak Ini Terpaksa Beli
Ia menambahkan, saat ini warga sangat membutuhkan bantuan air bersih, makanan, dan obat-obatan. Hal itu untuk membantu warga terdampak banjir dengan keterbatasan air.
“Kalau di kampung saya belum ada penyaluran air bersih. Jadi masih menggunakan air sungai untuk mandi. Sementara untuk kebutuhan mencuci piring menggunakan air yang terpaksa membeli di depo isi ulang air di Desa Cangkring,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

