31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Berharap Ada Mukjizat Dapat Grasi, Terpidana Mati Ini Pasrah dengan Takdirnya

BETANEWS.ID, PATI – Sumani (46), terpidana mati atas kasus pembunuhan Ki Anom Subekti beserta istri, anak, dan cucunya, sejak 2022 lalu menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati.

Kasus pembunuhan yang terjadi di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Rembang, sempat bikin gempar pada 2021 lalu. Pelaku, yakni Sumani akhirnya pada 2022 lalu divonis mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Rembang.

Baca Juga: Hari-hari Akhir Menanti Eksekusi Mati, Pembunuh Dalang Ki Anom Habiskan Waktu jadi Guru Ngaji

Pada 2022 lalu, Sumani pernah menempuh langkah hukum kasasi. Namun ditolak oleh Mahkamah Agung.

Kini, Sumani menghabiskan hari-harinya di Lapas Pati dengan mendaras dan mengajari ngaji kepada sesama warga binaan atau narapidana.

Sumani mengatakan, saat ini, dirinya masih berdoa agar ada mujizat berupa grasi atau pengampunan dari presiden.

Namun, dia menyerahkan takdirnya kepada Allah. Seandainya tidak mendapat grasi, dia akan menunggu eksekusi sambil berdoa dan beribadah.

“Kalau itu, saya serahkan pada Allah. Yang penting, saya di sini berdoa dan beribadah untuk bekal ke depannya nanti,” ujarnya, Kamis (8/2/2024).

Sementara itu, Kasi Pembinaan Narapidana, Anakdidik, dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Pati, Eko Budihartanto mengatakan, bahwa sesuai ketentuan perundang-undangan, pihaknya melakukan pembinaan kepribadian dan kemandirian terhadap para warga binaan.

“Pak Sumani sebagai tahanan titipan kejaksaan dengan hukuman mati mengikuti pembinaan kepribadian di sini lewat kegiatan istighosah, pengajian, dan ikut mengajar mengaji. Ini bentuk dia memberikan apa yang sudah dia dapatkan dari pengajaran napi sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga: Sebut Karena Desakan Warga, Kades Langse Polisikan Perangkatnya soal Dugaan Korupsi

Eko mengatakan, saat kali pertama masuk tahanan Lapas Pati, Sumani belum bisa membaca huruf hijaiyah. Kini, lewat proses pembinaan, dia sudah pernah mengkhatamkan Alquran, bahkan sudah bisa mengajar sesama napi.

Dia berharap semua warga binaan bisa senantiasa mengisi waktu di Lapas dengan kegiatan-kegiatan positif. Apalagi, selain kegiatan keagamaan, Lapas juga punya kegiatan positif lainnya, antara lain kepramukaan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER