31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

343 Napi di Rutan Jepara Ikut Salurkan Hak Suara

BETANEWS.ID, JEPARA – Nasihul Hakim, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara mengatakan sebanyak 343 narapidana ikut berpartisipasi menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2024.

343 Narapidana tersebut dibagi ke dalam dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu TPS nomor 901 dan 902. Ia menambahkan, di Rutan terdapat 344 Narapidana, tapi satu narapidana berstatus anak sehingga belum memiliki hak pilih.

Alhamdulillah hari ini 14 Februari 2024, Rutan Jepara ikut menyukseskan pesta demokrasi yaitu Pemilu tahun 2024, dengan adanya dua TPS Khusus yaitu TPS 901 dan 902,” katanya saat ditemui di Rutan Jepara.

-Advertisement-

Baca juga: Jadi Pemilih Tambahan, Pj Bupati Jepara Hanya Coblos Dua Surat Suara

Dia menjelaskan, dari 343 narapidana yang memiliki hak pilih, 330 di antaranya menjadi Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) karena berbeda domisili. Terkait hal tersebut ia mengatakan, bahwa sebelumnya sudah terdapat penandatanganan berita acara antara KPU dengan pihak Rutan terkait surat pindah memilih bagi narapidana.

“Sebanyak 330 warga binaan menjadi DPTb karena secara domisili mereka tidak tinggal disini, sehingga menggunakan surat pindah memilih,” katanya.

Sedangkan 13 narapidana lainnya, kata Nasihul, menjadi Daftar Pemilih Khusus (DPK) karena menjadi tahanan baru di Rutan Jepara.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelaksanaan Pemilu di Rutan Jepara berjalan dengan lancar dan kondusif. Terlebih karena berada di Rutan, para petugas lebih mudah untuk mengatur para tahanan agar menyalurkan hak pilihnya.

“Sejauh ini semua berjalan lancar dan aman, dan relatif lebih mudah untuk mengatur, selesainya juga jadi lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: Berikan Hak Suaranya di Pemilu 2024, Masan Akui Coblos Dirinya Sendiri

Salah satu narapidana, Ahmad Nur Sahid mengaku tidak mengalami kesulitan saat melakukan pencoblosan. Meskipun selama masa kampanye ia tidak mendapatkan informasi secara detail para kontestan yang menjadi peserta pemilu, dirinya tetap memiliki pilihan.

“Tidak ada (informasi) calon khusus tidak ada, hanya dari brosur itu, sosialisasi kan hanya dari KPU. Kalau terkait (informasi) calon siapa yang nanti kita pilih gak ada,” katanya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER