BETANEWS.ID, PATI – Menyikapi kurangnya jatah pupuk subsidi bagi petani, Pemerintah Desa (Pemdes) Sugihrejo, Kecamatan Gabus, Pati, memfasilitasi pembuatan pupuk organik, yaitu Biosaka.
Dengan adanya pelatihan tersebut, nantinya diharapkan petani tidak tergantung dengan pupuk subsidi, namun bisa memanfaatkan pupuk organik yang dibuat sendiri.
Baca Juga: KPU Pati Terima 4.402 Alat Bantu Coblos untuk Tunanetra
“Hari ini kami membuat kegiatan aksi peduli, yakni pembuatan Biosaka. Hal ini karena keprihatinan kita dengan ketersediaan pupuk subsidi yang dari tahun ke tahun terus berkurang,” ujar Tri Setiyanto, Kepala Desa Sugihrejo, Kamis (11/1/2024).
Ia menyebut, selama ini ketersediaan pupuk subsidi dari pemerintah selalu kurang. Untuk itu, supaya petani di desanya tetap bisa memaksimalkan penggunaan pupuk dalam bertani, maka pihaknya berupaya mencari solusi dengan penggunaan pupuk organik.
Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharap nantinya bisa kebutuhan pupuk bagi petani bisa tercukupi. Begitu pula, hasil dari pertanian juga bisa lebih maksimal dengan menggunakan pupuk organik Biosaka.
“Mayoritas masyarakat di sini itu memang petani, yaitu petani padi. Untuk luasan lahan sekitar 124 hektare,” ungkapnya.
Sementara itu, Eni Prastyowati, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Gabus menyampaikan, bahwa petani saat ini kekurangan pupuk subsidi. Secara global, ia menyebut, bahwa pupuk subsidi hanya sekitar 45 persen.
“Maka, ini atas permintaan petani dan kepala desa, kami memfasilitasi dan mendampingi masyarkat dalam pelatihan pembuatan Biosaka,” kata Eni.
Tindak lanjut dari pelatihan ini, nantinya lahan pertanian di desa akan memanfaatkan Biosaka sebagai pupuk.
Baca Juga: Spanduk AMIN Ratusan Meter di Jembatan Tanjang Pati Dipreteli Bawaslu
“Mudah-mudahan bisa membantu, kita lihat nanti saat panen,” imbuhnya.
Ia menyebut, untuk di Kecamatan Gabus, sudah hampir seluruhnya petani menggunakan Biosaka. Ia berharap, ke depan seluruh desa sudah memanfaatkan Biosaka untuk pertanian.
Editor: Haikal Rosyada

