BETANEWS.ID, DEMAK – Fauzi Rizki Rahmadhani (22) tampak lihai menggoyang sepatula di atas kuali. Satu per satu bumbu dan bahan-bahan ia masukkan sembari mengipas-ngipasi bara api agar tetap menyala.
Sedapnya aroma bumbu yang dimasak arang itulah yang kelihatannya memancing para pembeli untuk mampir di lapak Bakmi Jowo yang tergelar di depan Kantor Dinas Pariwisata (Dinparta) Demak, Jalan Sultan Fatah Nomor 53, Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak. Salah satunya, Nur peziarah yang datang dari Batang.

“Enak sih, kuahnya lebih kental. Aromanya beda dari yang lain semacam sedap kalau di lidah,” katanya, Rabu malam (11/1/2024).
Baca juga: Ramai Terus! Kedai Ayam Geprek Abah Gaul Jadi Pelopor Ayam Geprek Bakar di Kudus
Menurut Fauzi, musim penghujan ini bakmi kuah Jawa memang paling diburu untuk menghangatkan badan. Bumbu-bumbu rempah yang menjadi bahan dasar pembuatan bakmi tidak hanya digunakan sebagai penyedap rasa, tapi juga meningkatkan gairah untuk menyantapnya.
“Bumbu bakmi Jawa itu banyak rempahnya, seperti bawang putih, bawang merah, ada polo, ada ebi juga, kemiri, kira-kira ada 5 lebih,” terang warga Kampung Sawunggaling, Kelurahan Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak.
Selain bumbu rempah, beberapa isian bakmi kuah Jawa juga bermacam-macam di antaranya mi kuning, irisan kol dan mentimun, daun bawang, daun seledri, serta potongan cabai. Kemudian bakmi ditambah dengan sate ayam yang dibakar diatas arang dan disajikan dalam keadaan hangat. Fauzi menambahkan, yang membuat beda daripada bakmi lainnya yakni dari cara memasaknya yang menggunakan arang.
“Pakai arang biar aromanya khas. Aromanya tambah sedap ketimbang yang dimasak pakai kompor. Sehari saya bisa habis 3 kiloan arang,” ujarnya.
Baca juga: Wingin Up Korean Fried Chicken, Rasakan Sensasi Makan ala Drakor di Jepara
Tidak sedikit dari pembelinya yang jadi langganan tetap bakmi kuah Jawa. Fauzi menyebut, kebanyakan justru dari kalangan luar kabupaten Demak yang tidak sengaja mampir saat pergi ke Alun-alun Simpang Enam.
“Pelanggan ada yang dari Grobogan, ada yang dari Kudus, ada yang dari Jepara juga. Lokal juga ada Demak. Ada juga peziarah dari luar yang mampir ke sini juga,” sebutnya.
Bagi pembeli yang penasaran dengan bakmi kuah Jawa beraroma arang, bisa memesannya saat jam buka dari setelah waktu maghrib, pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB – 24.00 WIB. Untuk satu porsinya cukup dibanderol dengan harga Rp10 ribu.
Editor: Ahmad Muhlisin

