31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Kecamatan Sukolilo jadi Daerah Penopang Pertanian Terbesar di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Kecamatan Sukolilo tercatat sebagai penopan pertanian tertinggi di Kabupaten Pati. Hal itu berdasarkan angka Rumah Tangga Usaha Pertanian(RTP) yang mendominasi dibandingkan dengan puluhan kecamatan yang ada di Pati.

Berdasarkan Sensus Pertanian (ST) 2023 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Pati pada Desember lalu, Kecamatan Sukolilo menempati angka tertinggi. Dari total 174.777 RTP, sebanyak 18.588 RTP berada di kecamatan tersebut.

Baca Juga: Surat Suara Presiden dan DPD Dijadwalkan Tiba di KPU Pati 11 Januari

Kepala BPS Pati Bob Setiabudi mengatakan, dari 21 kecamatan yang ada di Pati, Kecamatan Sukolilo mendominasi dengan jumlah sepuluh persen.

Angka itu, menurutnya juga menunjukkan banyaknya penduduk di Sukolilo yang masih menggantungkan mata pencarian mereka dari sektor pertanian.

“Masih banyaknya pertanian di sana tidak terlepas dari faktor luasan lahan. Saya melihat Kecamatan Sukolilo masih mempunyai potensi lahan pertanian cukup luas,” ujar Bob belum lama ini.

Ia pun menyebut, wilayah hijau dalam versi Sensus Pertanian 2023 juga tersebar di beberapa kecamatan di bagian Pati selatan. Di antaranya, Kecamatan Winong (15.213 RTP), Kecamatan Kayen (12.061 RTP), Kecamatan Pucakwangi (10.308 RTP), Kecamatan Tambakromo 10.285 RTP, Kecamatan Jaken (10.197 RTP).

Sedangkan di bagian Pati utara, hanya Kecamatan Dukuhseti yang tertinggi. Kecamatan ini memiliki 10.091 rumah tangga pertanian. Sedangkan kecamatan lainnya hanya tercatat di bawah 10 ribu RTP saja.

Kondisi kontras ini bila dibandingkan dengan jumlah RTP di area Pati tengah. Seperti di Kecamatan Pati mempunyai jumlah RTP terkecil se-Kabupaten Pati.

Berdasarkan data RTP, wilayah Pati kota hanya sekitar 1,7 persen saja. Angka ini setara hanya 3.309 rumah tangga yang tercatat dalam Sensus Pertanian 2023.

Baca Juga: Sudah Lebih Setahun, Jalan Longsor di Purwokerto Pati Belum Jelas Penanganannya

Kondisi serupa di alami kecamatan lain yang berdekatan dengan pusat kota. Seperti Juwana (4.786 RTP), Wedarijaksa (5.497 RTP) dan Tayu (6.622 RTP) yang jumlah petaninya makin menipis.

“Wilayah-wilayah ini, selain daerah industri, kepadatan penduduk dan lahan pertanian yang kian berkurang, menjadi penyebab berkurangnya jumlah petani,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER