Jajanan di Kedai VW Damaran Ini Selalu jadi Jujugan Anak Sekolah, Harganya Ramah Kantong

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pelajar tampak berdiri menunggu pesanannya jadi di Kedai VW, Jalan KHR Asnawi, Desa Damaran, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Mereka dilayani dua orang pria dan wanita yang tampak berbagai peran.

Setiap jam pulang sekolah, kedai milik pasangan suami istri Arifin (30) dan Vany Wijaya itu memang selalau ramai pembeli. Mereka ingin menikmati berbagai jajanan yang dijual ramah kantong pelajar.

Menurut Arifin, berbagai jajanan yang tersedia itu meliputi martabak mini, pukis, dan gehu pedas. Gehu pedas adalah tahu goreng yang diisi dengan sayur-sayuran di antaranya potongan labu siam, wortel, tauge, hingga ayam cincang dan udang. Semua jajanan itu bisa dibeli setiap hari mulai pukul 11.00-18.00 WIB.

-Advertisement-

Baca juga: Gohyong di Sweety 99 Kudus Ini Isian Dagingnya Banyak, Dijamin Kenyang

“Untuk harga jajannya bermacam-macam mulai dari Rp1,500 untuk martabak mini, lalu gehu pedas Rp2 ribu, kue pukis Rp7,5 ribu dapat 5 untuk rasa orisinal, dan Rp10 ribu dapat lima varian rasa,” bebernya saat ditemui, Sabtu (13/01/2024).

Menurut ayah dua anak itu, kedai yang buka awal 2023 itu merupakan salah satu upayanya keluar dari rutinitas kerjaan sebelumnya. Di usaha kuliner ini, ia merasa waktunya lebih fleksibel.

“Dulu kan sempat bekerja di salah satu pabrik di Kudus dari 2010 lalu sampai 2021. Kemudian, setelah keluar dari pabrik pergi ke Batam dengan istri coba cari-cari pekerjaan yang cocok ternyata tidak cocok dengan lingkungannya. Akhirnya pulang ke Kudus lagi tapi dari sana dapat ide jualan jajanan. Akhirnya coba diaplikasikan di Kudus,” jelasnya.

Setelah kembali ke Kudus, Arifin mencoba untuk mencari kontrakan untuk berdagang hingga akhirnya mendapat tempat dengan harga sewa yang lumayan terjangkau. Meskipun, begitu dirinya mengungkapkan adanya kendala selama membuka usaha tersebut. Apalagi, lokasinya yang sering terkena banjir membuatnya kesulitan ketika air mulai menggenang dan masuk ke dalam kedainya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER