31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Terjerat Kasus Ujaran Kebencian, Daniel: ‘Saya Tak Pernah Bilang Warga Karimunjawa Berotak Udang’

BETANEWS.ID, JEPARA – Aktivis lingkungan tambak udang Karimunjawa, Daniel Frits Maurits Tangkilisan yang tersandung kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sempat ditahan oleh Kepolisian Resort Jepara, pada Kamis (7/12/2023) malam pukul 20.00 WIB.

Namun, setelah berkas permohonan penangguhan penahanannya dinyatakan diterima, ia dibebaskan dari Rutan Polres Jepara,  pada Jumat (8/12/2023) sekitar pukul 15.30 WIB.

Usai ditangguhkan, Daniel Frits Maurits Tangkilisan, mengatakan bahwa ia akan kooperatif terhadap proses hukum yang saat ini masih berjalan. Ia juga menjelaskan terkait komentar di akun di Facebook tersebut bahwa ia tidak bermaksud mengatakan bahwa Masyarakat Karimunjawa sebagai masyarakat otak udang.

Baca juga: Kronologi Penetapan Tersangka Aktivis Lingkungan Karimunjawa Setelah Kritik Tambak Udang

“Saya tidak pernah bilang bahwa masyarakat Karimunjawa berotak udang. Saya tidak bilang begitu, yang saya maksud dengan otak udang itu bahwa ada masalah lingkungan d isini, tolong dong sadar, masa sih tidak mau sadar. Dan saya tidak pernah bilang bahwa masyarakat Karimunjawa berotak udang,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jepara, AKP Ahmad Masdar Tohari, menerangkan, penangguhan penahanan tersangka dinyatakan diterima setelah berkas-berkas yang dibutuhkan terpenuhi semua.

“Penangguhan penahanan syarat-syaratnya sudah terpenuhi semua dan ada penjaminnya yaitu saudara Tri Hutomo dari Sekretaris DPW Kawali. Mereka berjanji akan menghadirkan sewaktu-waktu apabila tersangka ini dibutuhkan atau dilimpahkan ke kejaksaan,” terangnya.

Adapun berkas yang dimaksud yaitu surat permohonan penangguhan penahanan dari Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kawali, berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatan tersebut, tidak akan lari atau pergi ke luar Kabupaten Jepara, tidak akan menghilangkan barang bukti, dan berjanji apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh penyedik akan hadir.

Baca juga: Penutupan Tambak Udang Karimunjawa Dilakukan Bertahap

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa meskipun penangguhan penahanannya dinyatakan diterima, tetapi tersangka tetap diwajibkan untuk wajib lapor setiap satu minggu sekali yaitu pada hari Kamis ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara.

“Meskipun dinyatakan diterima (penangguhan penahanan) kasus tetap berjalan, dan menunggu penyerahan tersangka ke Kejaksaan. Untuk sementara juga akan tinggal di Jepara dan tidak akan kembali ke Karimun sebelum dia diserahkan ke Kejaksaan,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER