31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Kronologi Penetapan Tersangka Aktivis Lingkungan Karimunjawa Setelah Kritik Tambak Udang

BETANEWS.ID, JEPARA – Aktivis lingkungan Karimunjawa, Daniel Frits Maurits Tangkilisan ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pasal 28 ayat 2 UU Nomor 9 tahun 2016.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menjelaskan, kronologi penetapan tersangka bermula pada Sabtu (12/11/2022) saat pelapor yaitu R, warga Desa Karimunjawa melihat sebuah postingan video di akun Facebook tersangka yang mengupload adanya pencemaran lingkungan di Pantai Cemara, Karimunjawa, Jepara.

Dari postingan tersebut, pelapor kemudian membaca kolom komentar dan menemukan adanya komentar dari akun tersangka yang menuliskan “Masyarakat otak udang menikmati makan udang gratis sambil dimakan petambak. Intinya sih masyarakat otak udang itu kaya ternak udang itu sendiri. Dipakai enak banyak dan teratur untuk dipangan.”

Baca juga: Usai Penutupan Tambak Udang di Karimunjawa, Pemkab Diminta Tetap Lakukan Pengawasan

“Nah jadi komentar di akun Facebook inilah yang dilaporkan oleh masyarakat Karimunjawa kepada Polres Jepara yang dikategorikan sebagai ujaran kebencian,” katanya saat ditemui di Aula Mapolres Jepara, Jumat (8/12/2023).

Setelah adanya laporan tersebut, kemudian dilakukan proses penyelidikan dan sempat dilakukan mediasi antara pelapor dan terlapor. Namun menurutnya, mediasi tersebut mengalami jalan buntu. Hingga akhirnya penyidik melaksanakan proses gelar perkara dan dilakukan penetapan sebagai tersangka pada Senin, (1/6/2023). Tersangka sempat ditahan di Polres Jepara sebelum akhirnya ditangguhkan, Jumat (8/12/2023).

Baca juga: Tolak Penutupan, 4 Pemilik Tambak Udang di Karimunjawa Akan Tempuh Jalur Hukum

Usai ditangguhkan, Daniel Frits Maurits Tangkilisan, mengatakan bahwa ia akan kooperatif terhadap proses hukum yang saat ini masih berjalan. Ia juga menjelaskan terkait komentar di akun di Facebook tersebut bahwa ia tidak bermaksud mengatakan bahwa Masyarakat Karimunjawa sebagai masyarakat otak udang.

“Saya tidak pernah bilang bahwa masyarakat Karimunjawa berotak udang. Saya tidak bilang begitu, yang saya maksud dengan otak udang itu bahwa ada masalah lingkungan d isini, tolong dong sadar, masa sih tidak mau sadar. Dan saya tidak pernah bilang bahwa masyarakat Karimunjawa berotak udang,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER