BETANEWS.ID, KUDUS – SMPN 1 Kudus kembali menorehkan prestasi gemilang untuk Kabupaten Kudus. Pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Grissalda Jeth Janma Gayatri mampu meraih juara 1 solo song tingkat Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Kepala SMPN 1 Kudus, Ahadi Setiawan, melalui Guru Pendamping Musik Kreasi, Eko Purnomo, mengaku bangga dengan prestasi yang ditoreh oleh Grissalda. Berkat dukungan sekolah dan kerja keras saat latihan, siswa yang duduk di bangku kelas IX H itu bisa mengalahkan banyak pesaing lainnya.
“FLS2N tahun ini, juara 1 tingkat kabupaten ada solo song, musik kreasi, pantomim, dan ilustrasi digital itu semua lolos tingkat provinsi. Tapi yang bisa juara 1 hanya solo song,” katanya, Senin (4/12/2023).
Baca juga: Ikuti SAC Indonesia 2023, Siswa SMPN 1 Dawe Raih Perunggu Cabor Tolak Peluru
Sekolah yang berada di Jalan Sunan Muria No 10A, Desa Barongan, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu tidak main-main dalam menyiapkan siswanya dalam mengikuti latihan. Untuk bisa mendapatkan penilaian baik dari juri, Grissalda bahkan dilatih rutin dengan guru pembimbing yang ahli di bidangnya.
“Untuk masuk tahap seleksi waktu itu online, jadi dengan cara mengirim karya. Kalau tingkat kabupaten masih offline, tapi untuk provinsi kirim karya video,” ujarnya.
Meskipun sempat mengalami kesulitan, secara teknis tidak membuat SMPN 1 Kudus luput dalam deretan daftar pemenang. Tiga lagu yang berjudul ‘Andai Aku Bisa’ oleh Chrisye, ‘Sisa Rasa’ oleh Mahalini, dan ‘Lir Ilir’ mampu dibawakan secara apik oleh Grissalda.
“Latihan tidak ada kesulitan, karena memang si anak dari sekolah dasar sudah berbakat menyanyi,” paparnya.
Baca juga: SMPN 4 Bae Kudus Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional
Ke depannya, sekolah akan terus melakukan pembinaan kepada siswa dalam meningkatkan potensi dalam bidang seni. Salah satunya dengan memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler yang menampung banyak kegiatan seni.
“Kalau dukungan dari sekolah, di sini kan ada kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup seni tari, musik, dan lain-lain untuk mengangkat potensi siswa. Kita juga akan lebih semangat lagi dalam mengikuti lomba, sehingga potensi anak bisa tersalurkan dan piagam bisa digunakan untuk masa depannya,” pungkasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

