Sejarah Gereja Tertua dan Penyebaran Kristen di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Kayuapu merupakan gereja tertua yang menjadi tonggak penyebaran agama Kristiani di Kabupaten Kudus.

Gereja yang berlokasi di Dukuh Kayuapu, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, itu masih menyimpan beberapa bangunan dan ornamen yang asli yang hingga saat ini masih terjaga.

Baca Juga: Keterbukaan Informasi di Kudus Raih Predikat Informatif, Lebih Baik dari Tahun Lalu

-Advertisement-

Pendeta GITJ Kayuapu, Slamet Suharyanto mengatakan, gereja di sana dibangun pada tahun 1864. Berdirinya gereja tersebut bermula dari warga Dukuh Kayuapu yang pada saat itu beragama Islam berprofesi sebagai Modin kepincut untuk mempelajari ajaran agama Kristen.

“Itu bermula Belanda mengutus Misionaris untuk mengajarkan pendidikan dan keagamaan bernama Jelesma ditugaskan di Jombang dan Hoezoo di Semarang. Jelesma mempunyai murid Tunggul Wulung, Yusup Sajo, Yusup Trisnorogo, dan Viliomon, sementara Hoezoo di Semarang mempunyai murid bernama Asakiman,” beber Pendeta Slamet saat ditemui di lokasi, Jumat (22/12/2023).

“Lalu Yusup Sajo dan Yusup Trisnorogo mengadakan safari rohani ke Surakarta, Semarang, dan mampir di Kudus. Di Kudus ini dia mempunyai teman yakni Nuriman, seorang Modin yang belajar ilmu kekristenan kepada Yusup Sajo, dan akhirnya dia tertarik menjadi Kristen,” ungkap pria yang berusia 50 tahun tersebut.

Dari Nuriman, katanya, tiga orang lainnya juga berminat menjadi kristen. Ketiga orang itu adalah Taruno, Singojoyo, dan Pramongso yang merupakan warga Kayuapu. Mendengar bahwa di Kudus ada empat yang berminat menjadi Kristen, Misionaris Hoezoo kemudian membina kerohanian mereka. Hingga 26 Juni 1853, keempat orang itu dibaptis.

“Dibaptisnya keempat orang dari Kayuapu ini menjadi tonggak sejarah lahirnya kristen di Kayuapu, dan itu yang menjadi landasan ulang tahun GITJ Kayuapu, meski bangunan gereja belum berdiri. Setahun kemudian dari empat orang itu berkembang menjadi 20 orang, hingga mereka ingin membangun gereja di sini (Kayuapu) di tahun 1854,” tuturnya.

Namun, masalah keuangan menjadi kendala, sehingga mereka belum bisa membangun gereja di tahun tersebut. Sembari mereka menabung untuk pembangunan, hadirlah tamu yakni Tunggul Wulung (murid dari jelesma), memberi saran untuk membangun gereja yang besar dan kapasitas jemaat yang banyak.

“10 tahun kemudian, gereja itu selesai dibangun sekitar di tahun 1864. Bangunan gereja itu juga mendapat bantuan dari pabrik gula Klaling. Setelah gereja selesai dibangun, jemaat semakin berkembang hingga saat ini,” ujar warga domisili Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu.

Sementara Ketua Majlis GITJ Kayuapu, Suyanto menambahkan, bangunan yang sudah ada sejak 1864 itu kini hanya mengalami satu kali renovasi untuk memperbesar ruangan peribadatan. Yang masih asli dari dulu yakni kubah, salib, lonceng, dan bangunan klinik kesehatan yang saat ini digunakan untuk peribadatan dalam skala kecil.

“Lonceng ini sudah tidak bisa digunakan lagi, karena pernah jatuh. Sementara untuk kubahnya itu masih tetap menggunakan kubah saat pertama kali gereja ini didirikan. Kubah itu tidak boleh dirubah, karena merupakan identidas gereja tertua,” tegasnya.

Yanto pun menambahkan, jemaat gereja GITJ Kayuapu itu saat ini ada seribuan jemaat, dimana 95 persen dari warga Desa Gondangmanis dan 5 persenya lagi dari masyarakat luar desa,” jelasnya.

Baca Juga: Kejari Kudus Akan Dalami Dugaan Kerugian Negara dalam Penyelenggaraan Tes Perades

Saat ini, di gereja itu sudah melakukan persiapan untuk menyambut perayaan Natal 2023 dan tahun tahun 2024. Sejumlah jadwal sudah mereka siapkan sejak 17 Desember hingga puncak 25 Desember yakni perayaan Natal 2023. Tak hanya itu, mereka juga melakukan ibadah akhir tahun dan awal tahun.

“17 Desember mulai dari Natal anak sekolah, 19 Desember Natal pepanthan (cabang) Kaliseger, 24 Desember ibadah Natal umum, dan puncaknya perayaan Natal 25 Desember,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER