BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pj Bupati Jepara, Edi Suprianta melakukan pengecekan beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat seperti BBM, Gas Elpiji, serta bahan pangan. Ia memastikan stok tersebut aman dan tercukupi.
Ia menjelaskan bahwa sebanyak 915.000 tabung elpiji bersubsidi sudah siap didistribusikan ke masyarakat untuk kebutuhan Nataru. Jumlah elpiji tersebut merupakan alokasi yang tersisa di tahun 2023.
Baca Juga: 11 Caleg Jepara Adu Visi-Misi Merayu Pemilih Muda
”Untuk elpiji setiap hari agen sudah menyalurkan 2.000 tabung. Kalau kurang akan ditambah 2.100 tabung per hari,” katanya usai melakukan pemantauan di agen elpiji PT Sendang Harto mandiri, Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Jum’at (22/12/2023).
Tidak hanya menjelang tahun baru, Pemkab Jepara sendiri menurutnya juga sudah memastikan kuota elpiji untuk tahun 2024. Di tahun depan nantinya, Jepara akan medapatkan alokasi sebanyak 14 juta tabung elpiji bersubsidi yang akan didistribusikan kepada masayarakat.
Jumlah alokasi tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu tahun ke depan.
Koordinator Himpunan Pengusaha Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Jepara, Asep Budiono mengatakan distribusi elpiji saat ini terpantau lancar. Untuk Karimunjawa juga telah diantisipasi agar tidak terjadi kekurangan selama menghadapi musim baratan.
”Untuk Nataru aman. Distribusi kami lancar dan belum ada kenaikan. Kalaupun nananti ada peningkatan permintaan, akan dipenuhi,” ujarnya.
Selain mengecek ke agen elpiji, Pj Bupati Jepara juga mengecek stok dan harga pangan di Pasar Jepara II serta stok BBM di SPBU Mulyoharjo.
Baca Juga: Upah Jadi Hal yang Paling Banyak Diadukan Buruh Jepara di 2023
Di Pasar tradisional, ia menemukan sejumlah kenaikan bahan pokok seperti telur ayam yang semula Rp 24.500 menjadi Rp26.000. Sedangkan untuk harga beras masih tergolong stabil. Ia juga memastikan stok seluruh bahan pangan aman.
”Untuk BBM juga kami cek tidak ada kendala, tapi nanti jika yang di Karimunjawa mengalami kekurangan kami akan segera bersurat ke Pertamina agar diatur pendistribusiannya ke sana,” tambahnya.
Editor: Haikal Rosyada

