Kisah Ningsih Berdayakan Ibu-Ibu di Bintoro Demak untuk Olah Sampah jadi Duit

BETANEWS.ID, DEMAK – Sumarti Ningsih  jadi salah satu sosok pahlawan di mata warga Perum Pondok Patiunus RT 4 RW 7 Bintoro Demak. Wanita berusia 52 tahun itu sudah sejak 2017 memberdayakan warga setempat untuk mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi.

Lewat Bank Sampah Berkah Jaya, ia telah banyak menelurkan produk mulai dari kotak tisu, keranjang buah, hingga tempat pensil. Barang-barang itu ia jual dengan harga terjangkau di kisaran Rp35-75 ribu.

“Sampahmu adalah tanggungjawabmu. Jadi saya berserta ibu-ibu yang ada di sini merasa bertanggung jawab atas sampah, karena yang pertama sangat mengganggu untuk lingkungan kita, yang kedua sampah plastik dapat menyumbat aliran air,” katanya, Sabtu (16/12/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Ibu-ibu PKK Bintoro Suarakan Lingkungan Lewat Fashion Show Gaun Sampah

Menurutnya, memang tidak semua jenis sampah bisa diolah menjadi kerajinan. Makanya, wanita yang akrab disapa Ning itu biasanya menyortir terlebih dahulu sampah-sampah mana yang bisa digunakan untuk bahan kerajinan. Selain dibuat kerajinan tangan, Ning juga menjual sampah-sampah itu kepada pengepul.

“Untuk ibu-ibu PKK di sini ada yang memanfaatkan dari bahan kain perca dibuat keset, lamping. Untuk sampah-sampah plastik ini dibuat tempat tisu, tempat buah dianyam-anyam dan untuk baju fashion show,” terangnya.

“Ibu-ibu di sini itu dibiasakan untuk mengemas sampah baik organik maupun nonorganik. Setiap tanggal 15 nanti dibawa ke bank sampah,” lanjut Ning.

Baca juga: Desa Sidorekso Kudus Berhasil Sulap Sampah Jadi BBM Setara Pertamax Turbo dan Pertamina Dex

Sampah yang terkumpul, nantinya dapat ditukarkan menjadi uang sesuai dengan jumlah tabungan sampah yang sudah terkumpul tiap bulannya. Ning menyebut, dari kegiatan itu salah satu anggotanya dapat membeli sepeda.

“Sampah nanti dijual sama pengepul ditabung uangnya. Nanti untuk nasabah bisa mengambil sewaktu-waktu uang itu. Kemungkinan ada yang dapat Rp400 ribu sampai Rp500 ribu,” paparnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER