Aksi Kritik KPK Era Jokowi Batal, Pendemo: ‘Kami Diintervensi Polisi’

BETANEWS.ID, KUDUS – Aksi teatrikal untuk mengkritik lemahnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di era Presiden Joo Widodo di Taman Balai Jagong, Jumat (8/11/2023) malam, dibubarkan polisi. Saat peserta hendak memulai aksi, aparat tak berseragam datang untuk mengintervensi dengan dalih tak ada izin. Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut, anggota polisi yang berada di lokasi enggan berkomentar.

Padahal, semua peserta sudah berkumpul dan siap untuk aksi teatrikal. Kegiatan tersebut rencananya akan mengangkat isu intervensi Presiden Jokowi kepada mantan Ketua KPK, Agus Raharjo dalam penanganan kasus e-KTP.

Berbagai atribut pun sudah disiapkan. Ada lilin dan berbagai kertas yang penuh tulisan sindiran kepada lembaga antirasuah, di antaranya, KPK melemah dan KPK tidur.

-Advertisement-

Baca juga: Warga Karangbener Minta Pagar Perumahan Dibongkar dan Paritnya Dikembalikan

Koordinator Komunitas Pemuda Anti Korupsi Kabupaten Kudus, Abdul Rohman Azzarkoni mengaku kecewa aksi teatrikal dan pembacaan puisi itu gagal dilaksanakan. Menurutnya, alasan pembubaran itu karena acara tersebut tak berizin.

“Kami Diintervensi Polisi. Tentu kecewa, ya, atas gagalnya aksi teatrikal dan puisi dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia. Karena kami ingin mengkritik KPK, lembaga antirasuah yang kami anggap sekarang lemah,” ujar Zarkoni.

Baca juga: Pembangunan Infrastruktur Dikebut di Akhir Tahun, DPRD Kudus: ‘Tak Terkonsep Baik’

Dia mengaku, bersama belasan rekannya mengkonsep sedemikian rupa serta sudah menyiapkan berbagai atribut sebagai alat satir ke lembaga rasuah tersebut. Menurutnya, selama kepemimpinan Presiden Jokowi, KPK tak lagi bertaji.

“Tapi ternyata kritik itu tak kesampaian. Acara urung dilaksanakan karena tak ada izin,” keluhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER