“Track-nya kencang, panjang, ekstrem juga. Perlu tenaga ekstra untuk menghadapi track ini. Harus jeli bagaimana kita mengatur strategi, energi juga, terus dengan kondisi track yg cukup rusak ini kita harus pintar mengambil line-nya,” lanjut Rendy.
Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut (DPL) pada titik start dan 600 meter dpl pada garis finis, salah satu obstacle section yang paling ganas dari Ternadi Bike Park adalah rock garden di akhir lintasan, yang menguji adrenalin downhiller baik dari segi stamina maupun pemilihan strategi untuk menaklukkan trek tersebut. Selain rock garden, obstacle lain yang tak kalah sulit juga akan menjadi tantangan para downhiller seperti drop, double jump dan table top.
Baca juga: Ratusan Downhiller Nasional Bersaing Taklukkan Ternadi Bike Park Kudus
Selain Rendy Varera Sanjaya sebagai juara, posisi kedua kelas Men Elite ditempati oleh Agung Prio Apriliano dari CWS Racing Team. Ia terpaut lima detik dari Rendy dengan torehan waktu 03:20.677. Sementara di posisi ketiga diraih oleh downhiller 76Rider DH Squad, Mohammad Abdul Hakim alias Jambol, dengan catatan waktu 03.20.906. Dengan hasil tersebut, maka Agung mendapatkan 30 poin UCI dan Jambol mendapatkan 20 poin UCI.

