Serunya Siswa SD Ikuti Lomba Tutur Dialek Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Aula Museum RA Kartini Jepara pada Selasa (10/10/2023) tampak ramai dipenuhi anak-anak SD dengan berpakaian Jawa lengkap. Mereka tampak antusias untuk mengikuti Lomba Cerita Bahasa Jawa Dialek Jepara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara.

Salah satu peserta, Arsyhan Achid Azzali (10) siswa Kelas lima SDN 2 Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara mengatakan bahwa ia mengaku senang mengikuti lomba tersebut. Saat ditanya Betanews.id, dengan semangat ia menceritakan kembali dongeng legenda yang ia bawakan saat lomba yang berjudul Gending Demaan.

Baca Juga: KPU Jepara Sosialiasikan Pemilu ke Pemilih Pakai Othok-othok

-Advertisement-

“Jadi Gending Demaan itu kisahnya ada anak kecil yang ngilangin pulpennya temennya terus dia diceritain sama kakek-kakek, jadi jaman dulu ada orang yang punya gamelan banyak banget tapi dipinjemin sama orang-orang tapi malah lama-lama udah abis karena nggak bertanggungjawab,” tuturnya.

Lia Pupardianik, Sub Koordinator Sejarah, Disparbud Kabupaten Jepara menjelaskan bahwa lomba tersebut diadakan untuk melestarikan budaya tentang legenda atau dongeng yang ada di Kabupaten Jepara.

Dalam tersebut para peserta juga diharuskan untuk menuturkan cerita menggunakan dialek khas Kabupaten Jepara. Sebab menurutnya, Kabupaten Jepara juga memiliki dialek khas seperti halnya daerah lain di Indonesia.

“Jadi lomba ini selain untuk mengenalkan legenda atau dongeng yang ada di Kabupaten Jepara juga untuk mengasah ketrampilan siswa dalam bercerita khususnya menggunakan dialek khas Jepara,” jelasnya.

Lomba dongeng legenda khas Jepara tersebut, menurutnya tidak hanya di ikuti oleh anak-anak dari kalangan SD, tetapi juga anak-anak SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Jepara.

Hasil dari Dongeng yang dibawakan oleh para peserta nantinya, menurut Lia akan dijadikan sebauh buku kumpulan dongeng tetapi buku tersebut nantinya ditulis menggunakan bahasa dialek khas Jepara.

Baca Juga: Seleksi Dimulai, 10 JPTP Kosong di Jepara Bakal Segera Terisi

“Output dari lomba ini, dongeng yang dibawakan oleh para peserta nanti akan kita bukukan menjadi sebuah buku tapi bahasanya menggunakan dialek khas Jepara,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menurut Lia merupakan salah satu agenda dari Semarak Museum RA Kartini Jepara (Semuria) yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER