Peringati Hari Batik Nasional, Alfa Shoofa Buat Kelas Batik untuk LKSA Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan anak sekolah panti asuhan yatim atau lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) Kudus, terlihat sangat antusias dan semangat mengikuti kelas batik, Senin (2/10/2023). Mereka diajari cara membatik dengan benar oleh batik Kudus, Alfa Shoofa di Hari Batik Nasional ini.

Mereka yang terdiri dari dua sekolah yakni dari panti asuhan yatim Samsah dan panti asuhan yatim Melati itu diajarkan membatik mulai dari pengenalan motif hingga menjadi batik jadi.

Baca Juga: Pendidikan Karakter di Sekolah PAUD Lebih Penting dari Calistung (2)

-Advertisement-

Owner batik Alfa Shoofa Kudus, Ummu Asiyati mengatakan, dalam memperingati hari batik Nasional yang juga telah diakui oleh UNESCO, pihaknya mengajarkan tentang bagaimana cara memproduksi batik kepada anak-anak panti asuhan. Hal itu bermaksud untuk mengembangkan potensi dan daya minat anak-anak ke dunia batik nantinya.

“Tujuan utama dalam kegiatan ini, untuk membantu dan mengajarkan batik untuk anak-anak generasi penerus. Supaya batik secara keseluruhan nantinya tetap lestari, seperti apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita,” beber wanita yang berusia 61 tahun tersebut.

Ia menjelaskan, secara personal pihaknya mengundang anak-anak panti asuhan yatim dari dua sekolah itu untuk diajarkan membatik di hari Batik Nasional. Menurutnya, saat pertama kali menawarkan untuk kegiatan itu, anak-anak sangat senang sekali dan antusias ingin mengikuti acara tersebut.

Kelas batik yang diadakan oleh Batik Alfa Shoofa Kudus kepada anak panti asuhan. Foto: Umam

“Saya memilih anak panti asuhan yatim karena ingin membantu mereka yang lebih membutuhkan. Supaya nantinya mereka juga bisa mengembangkan apa yang sudah dipelajari di sini dan bisa untuk bekal mereka kelak,” ungkapnya.

Menariknya, mereka diajari batik cap dengan bahan seadanya dan murah, namun bisa menghasilkan batik yang bagus. Bahan yang dimaksudkan adalah bahan cap kertas yang juga bisa dimanfaatkan untuk membatik.

“Jadi ini untuk pengembangan dalam pembelajaran. Jadi bahan cap yang kita ajarkan ini dari kertas karton, ini lebih murah dari pada cap tembaga yang biasa saya buat produksi batik,” tuturnya.

Hal itu, lanjutnya, untuk mengajarkan anak sekolah supaya tidak berpikir bila produksi batik itu mahal. Bahwa, dengan bahan yang sederhana juga bisa digunakan untuk membatik dengan bagus.

Ummu menuturkan, dalam kegiatan itu ada 20 siswa yang mengikuti acara tersebut. Masing-masing dari sekolah berjumlah 10 orang. Menurutnya, kain yang mereka batik dengan cap kertas itu nantinya akan diberikan ke masing-masing siswa dalam bentuk baju.

Baca Juga: Anggaran Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu di Kudus Capai Rp44,8 Miliar

Sementara, pengasuh panti asuhan yatim Samsah, Siti Rochana menambahkan, pihaknya mengaku senang dengan acara yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan kemandirian anak tersebut. Menurutnya, anak yang mengikuti acara tersebut sangat senang.

“Dengan adanya acara seperti ini bisa membuat anak-anak lebih trampil dan semoga ini bisa menjadi bekal mereka kelak, untuk mengembangkan potensi diri mereka,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER