BETANEWS.ID, PATI – Kekeringan di Kabupaten Pati terus meluas. Berdasarkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, hingga saat ini tercatat sudah ada 70 desa yang terdampak kekeringan.
Terkait hal itu, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panswascam) se-Kabupaten Pati dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pati ikut turun tangan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak.
Baca Juga: Kepala BPBD Pati: “Penetapan Status Darurat Kekeringan Tidak Terlambat”
Seperti halnya yang dilakukan pada Rabu (4/10/2023). Bawaslu dan Panwascam memberikan bantuan air di Desa Arumanis, Kecamatan Jaken, Pati.
Tampak warga yang sudah menunggu di dekat kolam yang dibuat dari terpal langsung merangsek begitu mobil tangki yang membawa air bersih datang.
Satu per satu, lantas mereka mengisi galon, ember hingga jeriken yang sudah dipersiapkan. Tak sampai satu jam, air bersih sudah ludes.
Sukayati, salah satu warga Desa Arumanis mengaku senang mendapatkan bantuan air bersih tersebut.
Menurutnya, sudah lebih dari satu bulan, warga di desanya mengalami kesulitan air bersih. Kemarau yang melanda, berdampak mata air hingga Pamsimas mengering.
“Kami berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Sudah sekitar sebulan ini di desa kami kekeringan,” ujarnya.
Sementara Agung Santoso, Koordinator Panwascam se-Kabupaten Pati menyampaikan, bahwa dropping air bersih seperti ini sudah dilakukan sejak September lalu.
“Untuk bantuan air bersih ini sudah kami sebar ke beberapa desa. Dan kali ini kami lakukan di Desa Arumanis. Mudah-mudahan bisa bermanfaat,” ungkapnya.
Ketua Bawaslu Pati, Supriyanto menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan Panwascam dan Bawaslu Pati tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kekeringan.
“Ini merupakan kerja sama antara Panwascam dan Bawaslu Pati. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ucapnya.
Baca Juga: Pati Darurat Kekeringan, 70 Desa Terdampak
Dalam penyaluran air bersih ini, pihaknya juga sembari melakukan sosialisasi tahapan pemilu kepada warga. Pihaknya berharap, meski dalam kondisi kekeringan, namun warga masih peduli terhadap tahapan pemilu.
“Kami juga berharap masyarakat masih peduli, khususnya dalam pengawasan pemilu. Kami harapkan warga mau berperan aktif,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

