31 C
Kudus
Rabu, Februari 28, 2024

Miskomunikasi, Petani Gabus Pati Kira Embung Kembang Kempis Jadi pada MT3

BETANEWS.ID, PATI – Puluhan hektare lahan yang ditanami padi di wilayah Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus, Pati, mengalami gagal panen pada masa tanam (MT) 3 ini. Sebab, dampak kekeringan yang bekepanjangan menyebabkan sebagian lahan persawahan di desa tersebut tidak mendapatkan suplai pengairan yang maksimal.

Petani yang selama ini mengandalkan pengairan dari aliran Sungai Silugonggo, pada MT3 ini tidak bisa memanfaatkannya. Sebab, intrusi air laut mengakibatkan air sungai menjadi payau, sehingga tidak bisa digunakan untuk irigasi.

Baca Juga: Panen Gagal Total, Tahun Ini Petani di Mintobasuki Pati Alami Paceklik

Meski pada MT3 ini masih musim kemarau, namun hal tersebut tak membuat petani mengundurkan niatnya untuk bertanam padi. Hal itu, lantaran petani mengira pada MT3 ini pembangunan embung kembang kempis sudah jadi.

“Sebenarnya miskomunikasi. Informasinya embung kembang kempis sudah jadi, tapi ternyata hingga sekarang belum jadi, ” ujar Parmin, Ketua Kelompok Tani Mekarsari Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati.

Padahal katanya, petani sudah terlanjur menanam padi dan sampai saat ini sudah berumur berkisar dua bulan. Namun, dengan kondisi kekeringan seperti sekarang ini, tanaman padi tidak tumbuh secara normal. Ditambah lagi air dari Sungai Silugonggo tidak bisa dimanfaatkan karena airnya payau.

Ia menyebut, dengan ketiadaan pengairan, padi yang sudah berumur dua bulan itu akhirnya mengering dan gagal untuk dipanen.

“Ya mengering semua. Sebenarnya, pada 15 September lalu ada penggelontoran air dari Waduk Kedungombo, tapi sampai sini sudah tanggal 20 September. Ya terlambat, karena padi sudah mengering, nggak bisa tertangani lagi,” ungkapnya.

Ia menyebut tahun ini sangat parah, karena petani harus mengalami gagal panen hingga tiga kali. Yakni ketika MT1 kebanjiran, kemudian disusul MT2 padi terserang virus Tungro.

Sedangkan untuk kerugian yang dialami akibat gagal panen ini, berkisar Rp21 juta per hektarenya. Biaya itu sudah termasuk untuk kebutuhan pupuk maupun tenaga perawatan.

Baca Juga: Petani Pati Pasrah: ‘Daripada Selamatkan Padi, Lebih Baik untuk Beli Beras’

Ia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan terkait dengan kondisi petani saat ini yang selama setahun mengalami gagal panen hingga tiga kali.

“Ya minta tolong kepada pemerintah agar ada bantuan untuk petani. Jujur mas, ini parah sekali, setiap tanam harus gagal panen,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER