BETANEWS.ID, KUDUS – Muhammad Bianto terlihat merapikan mangga di lapaknya yang berada di Jalan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tak jarang, dia melayani pembeli yang silih berganti berdatangan untuk membeli mangga berjenis harum manis tersebut.
Kepada Betanews.id, pria yang akrab disapa Bianto itu berkisah alasannya jual buah musiman selama belasan tahun sejak lulus SMK di salah satu sekolah di Demak. Hal itu dilakukannya saat kondisi keuangan keluarga tak bisa mencukupi jika harus melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Karena saat itu terhimpit ekonomi, mau tak mau harus bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri untuk membantu orang tua juga. Pertama kali jualan buah musiman ini modal dari utang dari bank sebesar Rp5 juta,” ungkapnya, Kamis (5/10/2023).
Baca juga: Cerita Trian Nekat Tinggalkan Jabatan Supervisor Demi Rintis Bisnis Jajanan Kekinian
Tahun demi tahun berlalu, Bianto makin mahir berdagang dan akhirnya jadi profesi tetap selama belasan tahun. Bahkan, lapaknya juga ia klaim selalu ramai pembeli.
“Yang namanya bergadang itu pastinya ada sepi dan ramainya. Tapi alhamdulillah hingga saat ini selalu untung. Pernah rugi tapi ya alhamdulillah tidak banyak,” tuturnya.
Selama belasan tahun itu, Bianto menjual berbagai buah musiman seperti mangga, anggur, jeruk, dan durian. Ia menjual buah-buah itu bersama temannya ke berbagai daerah, mulai dari Kudus, Demak, hingga Pati.
Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Sunarto Jual Es Kelapa Muda; Dari Terjerat Utang hingga Harus Jual Rumah
“Untuk hasilnya selama ini lumayan bagus lah. Artinya bisa dibuat untuk kebutuhan sehari-hari,” bebernya.
Ia menambahkan, dalam menjual mangga seperti yang dilakukannya itu, pihaknya bisa menjual ratusan buah dalam sehari. “Kalau ini sehari biasanya bisa menjual 100-200 mangga dengan harga mulai Rp8.000 per kilogram,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

