31 C
Kudus
Rabu, Juli 24, 2024

Jasa Foto di Menara Kudus Tetap Laris Manis, Sehari Bisa Hasilkan hingga Rp300 Ribu

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang memakai rompi hitam oranye terlihat menawarkan foto kepada pengunjung di objek wisata religi Menara Kudus. Tak jarang, kebanyakan pengunjung yang ditawari foto, setuju untuk difoto di spot favorit masing-masing.

Jasa pemotretan umum yang tergabung dalam paguyuban fotografer Menara Kudus itu hingga saat ini masih menjadi idola sebagian masyarakat untuk mengabadikan momen di wisata religi Kudus. Bahkan, penghasilan yang didapat seorang fotografer bisa dikatakan bagus.

Penyedia jasa foto di Menara Kudus sedang menawarkan diri pada peziarah. Foto: Kaerul Umam

Salah satu fotografer, Subarkah, mengaku bisa hasilkan hingga ratusan ribu setiap hari. Menurutnya, hasil yang didapatkan itu dapat mencukupi kebutuhan keluarganya hingga menyekolahkan tiga anaknya.

-Advertisement-

Baca juga: Di AGA Photobox Bisa Foto Sepuasnya Mulai Rp10 Ribu Saja, Tempatnya Ramai Terus

“Ya alhamdulillah masih terhitung ramai. Sehari bisa memotret 20-30 orang atau rombongan, dengan penghasilan bersih sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,” ungkap pria yang berusia 47 tahun, Selasa (10/10/2023).

Pria yang akrab disapa Barkah itu mengatakan, dengan pelayanan dan hasil cetakan yang hanya membutuhkan waktu selama 2 menit saja, mampu menyedot perhatian pengunjung. Apalagi pemotretan dengan background bangunan ikon Kudus tersebut menambah banyak pengunjung yang berminat menggunakan jasa pemotretan.

“Kebanyakan pengunjung dari keluarga dan rombongan ya paling banyak. Meskipun perorangan juga banyak yang menggunakan jasa ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, paguyuban fotografer Menara Kudus itu beranggotakan 30 orang, yang terdiri dari tukang foto dan tukang cetak. Menurutnya, semenjak memulai menjadi seorang fotografer Menara Kudus sejak 2012 lalu, Barkah mengaku paguyuban itu sudah terbentuk.

Baca juga: Bisnis Sablon Kaus di Jepara Ini Omzetnya Capai Rp200 Juta Sebulan

“Total 30 orang itu sudah penuh. Artinya paguyuban sudah tidak menerima anggota baru, dengan kata lain jika salah satu anggota keluar itu bisa digantikan dengan anggota baru,” tutur warga Desa Buaran RT 1 RW 3, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara itu.

Untuk jasa foto di sana, kata Barkah, dipatok dengan harga Rp20 ribu per lembarnya. Hasil itu, menurutnya akan dibagi dengan tukang cetak secara rata atau 50 persenan. Meski harus dibagi, hasil jasa foto itu masih terbilang bagus.

“Tapi secara pribadi, saya pernah memotret hingga 50 orang dalam sehari. Namun tidak sepenuhnya secara beruntun, di kala ramai saja,” jelas bapak empat tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER