Air Irigasi Belum Cukupi Kebutuhan Petani, Dinpertanpangan Demak: Harap Maklum

BETANEWS.ID, DEMAK – Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertanpangan) Demak, Heri Wuryanta mengatakan, air irigasi belum bisa mencukup kebutuhan pertanian di Kabupaten Demak. Hal itu disebabkan ketersediaan air dari Waduk Kedung Ombo yang kian menipis.

Ia mengatakan, saat ini kebutuhan air dari Waduk Kedung Ombo diprioritaskan untuk mandi cuci kaskus (MCK) dan pembangkit listrik. Sehingga, pengairan irigasi persawahan menjadi terhambat.

Baca Juga: Berikut Nama-nama Kades Terpilih di Pilkades Serentak Demak

-Advertisement-

“Sebenarnya yang ditampung itu kan sedikit, lah jika itu diairkan semua kan jadi repot. Untuk MCK dan energi listrik kesulitan, kalau dari kami maklum saja. Jadi, mungkin bisa direhab atau dikeruk, “katanya, Selasa (10/10/2023).

Meskipun terdapat pembagian irigasi dari Bendung Klambu sejak tanggal 15 September, air belum bisa mencukupi pertanian di Kabupaten Demak. Menurutnya hanya dua desa yang bisa memulai MT 1 karena terhubung pengairan dari Sungai Wulan.

“Pembagiannya kan tiga hari di Demak dan tiga hari di Kudus, untuk petani ya adanya seperti itu. Kalau yang dekat dengan Sungai Wulan kan disedot tidak masalah, seperti Desa Ketanjung dan Undaan, ” ujarnya.

Menurutnya, petani bisa saja mengambil air melalui sumur sibel untuk mengairi persawahan. Akan tetapi, tidak banyak wilayah dapat menerapkan, karena kondisi geografis yang berbeda.

“Dari sumur juga tidak begitu membantu karena membutuhkan kedalaman di atas 100 meter. Sebagian sudah buat seperti Desa Pasir Kecamatan Mijen, Guntur, Karangawen juga buat. Tapi itu hanya melingkup beberapa, tidak bisa meluas karena terbatas,” paparnya.

Baca Juga: Hasil Pilkades Serentak Demak, 21 Wajah Lama Terpilih Kembali

Melihat kondisi tersebut, pihaknya belum bisa memastikan MT 1 dapat berjalan normal kembali. Ia hanya bisa berharap air hujan segera turun untuk mengisi ketersediaan air dari Waduk Kedung Ombo.

“Mundur bisa satu bulan lebih, tergantung Waduk Kedung Ombo bisa berjalan kapan. Mudah-mudahan bisa segera hujan,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER