31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

159 Kasus Kebarakan Terjadi di Demak Sejak Awal 2023

BETANEWS.ID, DEMAK – 159 kasus kebarakan terjadi di Kabupaten Demak sejak awal tahun 2023 hingga 3 Oktober 2023. Kasus terbanyak terjadi pada bulan September, yang didominasi oleh kebakaran lahan.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Demak, Agus Sukiyono, mengatakan berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) sejak bulan Januari hingga per tanggal 3 Oktober 2023, terdapat 65 kasus kebakaran lahan, dengan 42 kasus terjadi di bulan September.

Baca Juga: Jelang Liga 3, Bodemania Pertanyakan Nasib PSD Demak

-Advertisement-

Ia menyebut, aktivitas pembukaan lahan pertanian dan pembakaran sampah, menjadi salah satu pemicu kasus kebakaran di Demak.

“Ini sumbernya dari manusia jadi bukan dari siapa-siapa. Misalkan buang puntung rokok atau orang gila lagi bakar-bakar lahan kosong, sehingga api menyebar. Kita tidak bisa mencegah itu, tapi hanya bisa memadamkan. Padahal langkah preventif sudah dilakuan, tapi masih terjadi,” katanya, Jumat (6/10/2023).

Tidak hanya itu, dampak fenomena El Nino menjadi penyebab peningkatan kasus kebarakan daripada tahun sebelumnya. Akibat kemarau panjang, membuat api menyebar dengan mudah.

“Iya meningkat, daripada tahun kemarin sekitar dua kali lipat. Sudah terjadi lima tahunan karena kemarau panjang, tapi ini kan sudah mulai hujan nanti berkurang sendiri, ” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, masyarakat diminta untuk waspada dan tidak teledor saat melakukan aktivas pembakaran. Begitu juga dengan kondisi yang dapat menimbulkan terjadinya korsleting listrik.

“Apabila melakukan pembersihan lahan, jangan sampai dibakar atau jika dibakar ya ditunggui. Kemudian di rumah juga begitu, hal-hal yang memungkinkan terjadinya korsleting harus dihindari. Jangan meninggalkan kompor saat menyala dan lain-lain, ” terangnya.

Baca Juga: Musim Panen, Harga Bawang Merah di Demak Justru Anjlok

Selain itu, pihaknya mengaku telah menyampaikan himbauan itu kepada camat dan perangkat desa, untuk mengurangi potensi kebakaran di wilayah pemukiman warga.

“Agar mereka menyebarluaskan informasi secara masif kepada seluruh masyarakat. Kita juga telah menyebarkan pamflet di beberapa lokasi, agar saat terjadi kebarakan bisa menghubungi kami atau damkar supaya kami bisa langsung meluncur,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER