31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Tercemar Limbah Tambak Udang, Petani Rumput Laut di Karimunjawa Rugi Miliaran Rupiah

BETANEWS.ID, JEPARA – Tambak udang yang beroperasi di Desa Karimunjawa dan Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara tidak hanya merusak ekosistem laut tetapi juga menyerang tanaman rumput laut milik warga setempat.

Petani rumput laut di Dusun Merican, Desa Kemujan, Paimah (56) mengaku bahwa modal miliaran rupiah yang ia gunakan untuk menanam rumput laut kini tak memberikan hasil.

Selain menanggung kerugian, Paimah juga masih memiliki tanggungan untuk mengembalikan uang modal yang ia pinjam dari bank. Akibat dari kejadian tersebut, aset pribadi miliknya berupa mobil, tanah, dan rumah terpaksa ia jual.

-Advertisement-

Baca juga: Duh, Petambak Udang Karimunjawa Ternyata Babat Hutan Mangrove untuk Jalur Pipa

“Aku sampai sakit-sakit kan, karena mikirin setiap nanem, dimodalin, gagal. Nanem, dimodalin, gagal. Udah nggak keitung berapa, miliaran rupiah. Sampai terakhir yang bulan ini, ada orang dari India itu modal Rp500 juta, gagal itu,” tuturnya, Minggu (24/9/2023).

Selain menanam rumput laut sendiri, ia juga kerap meminjamkan modal kepada petani lain untuk membeli bibit. Namun, karena hasil tanaman rumput laut sekarang ini tidak bisa diandalkan, uang yang ia pinjamkan kepada petani lain juga tidak bisa kembali.

Ia bercerita awal menanam rumput laut sekitar 2006. Saat itu, ia hanya bermodal 5 kilogram bibit rumput laut yang ia beli dari Kabupaten Purworejo. Sebab dulu di Karimunjawa belum ada yang menjual bibit rumput laut.

Setelah berusia 40-45 hari, setiap minggunya ia mampu memanen tiga-empat truk rumput laut. Hal tersebut menurutnya masih mampu bertahan sampai 2017.

“Kemarin saya nanem tiga ton bibit, modalnya Rp10 juta, itu cuma dapet 800 kuintal rumput lautnya. Padahal biasanya tiga ton, itu paling nggak bisa jadi lima-tujuh ton,” jelasnya.

Baca juga: Pesisir Pantai Legon Pinggir Karimunjawa Tercemar Limbah Tambak Udang

Namun, saat tambak udang mulai masuk di Kecamatan Karimunjawa, usaha pertanian rumput laut yang dulunya berkembang dengan baik, menurut Paimah, kini sering mengalami gagal panen.

Setiap tambak udang sedang panen, menurutnya tanaman rumput laut selalu dipenuhi dengan lumut. Sehingga rumput laut yang seharusnya berada di dalam air, kembali terangkat ke permukaan karena ditempeli lumut.

“Pokoknya setiap tambak udang habis panen lumutnya itu emblak-emblakan (besar-besar) kayak lumut yang ada di rawa-rawa itu kayak gitu, pasti itu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER