31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Semakin Meluas, Krisis Air Bersih di Kudus Kini Melanda Enam Desa

BETANEWS.ID, KUDUS – Krisis air bersih di Kabupaten Kudus terus meluas. Saat ini sudah ada enam desa di tiga kecamatan yang terdampak kekeringan. Desa terbaru yang kesulitan air adalah Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan.

Sebelumnya, lima desa terdampak kekeringan adalah Desa Setrokalangan, Kedungdowo, dan Gamong, Kecamatan Kaliwungu; Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo; dan Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan.

Kasi Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus mendistribusikan air bersih ke wilayah tersebut, termasuk ke Kalirejo.

-Advertisement-

Baca juga: Nelangsanya Warga Setrokalangan Kudus: Musim Hujan Kebanjiran, Kemarau Kekeringan

Dropping air bersih di Kalirejo ini yang ke enam desa di Kabupaten Kudus. Kemarin ke kita juga melakukan dropping air di Kecamatan Undaan, Desa Glagahwaru,” katanya, Selasa (5/9/2023) sore.

Ia menjelaskan, warga yang terdampak di desa tersebut setidaknya ada 30 KK dengan 90-100 jiwa. Menurutnya, bagi warga yang membutuhkan air bersih bisa menghubungi BPBD Kudus untuk segera mendapatkan bantuan air.

Baca juga: Kekeringan di Kudus Meluas, Warga Undaan Mulai Alami Krisis Air Bersih

Hingga saat ini, kata Munaji, dari data yang sudah dihitung dari 24 Agustus hingga 5 September 2023 ini, ada sebanyak 150.000 liter air bersih yang sudah disalurkan kepada warga terdampak. Dari total tersebut, air bersih yang sudah disalurkan itu tidak hanya dari BPBD, tetapi juga dari Polri, UMK, dan PMI Kudus.

“Untuk air bersih dari BPBD Kudus, telah menyiapkan air bersih sebanyak satu juta liter untuk warga yang membutuhkan atau warga yang terdampak kekeringan,” tuturnya.

Salah satu warga, Rohmah, mengaku senang dengan adanya bantuan air. Menurutnya, selama 10 hari terakhir ini dia terpaksa harus mengambil air di tempat saudaranya untuk kebutuhan mandi dan cuci piring.

“Senang sekali, karena kondisi sumur habis total tidak bisa keluar airnya. Itu sudah 10 hari ini. Sebelumnya ambil air dari sumur milik saudara,” ungkap warga RT 3 RW 4 itu.

Baca juga: Kekeringan, Warga Glagahwaru Undaan Rela Mandi Sehari Sekali Hingga Ngungsi Tetangga

Rencananya, kata Rohmah, bantuan air bersih dari BPBD Kudus itu akan dibuat mandi dan cuci piring. Sedangkan untuk air minumnya ia sudah terbiasa membeli di depo air.

“Seminggu untuk minum satu minggu 4 jeriken. Itu buat masak dan minum, kalau buat mandi kan air sumur, tapi sekarang sumurnya habis ya ambil punya saudara,” tuturnya.

Rohmah menambahkan, sebelum ada bantuan air, pihaknya harus rela tidak bekerja demi mengambil air di tempat saudaranya itu. Setidaknya dalam sehari, membutuhkan 30 galon untuk mandi dan cuci piring.

“Biasanya sehari ngambil 30 galon, pagi 20 galon, sorenya kadang 10-15 galon. Setiap harinya ngambil air, sampai tidak bisa kerja. Karena untuk kebutuhan mandi satu keluarga,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER