31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Realisasi Investasi Terlaporkan Selama 5 Tahun Terakhir Tak Pernah Capai Target, Ini Sebabnya

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, atau sejak 2018, realisasi investasi terlaporkan di Kabupaten Kudus tak pernah mencapai target. Bahkan pada 2021, target investasi terlaporkan sebesar Rp3,17 triliun hanya tercapai Rp959,9 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Harso Widodo, menyampaikan, ada dua hal investasi berdasarkan indikator kerja utama (IKU) antara DPMPTSP dengan Kudus terpilih periode 2018-2023. Pertama berkaitan dengan nilai investasi atau rencana investasi dan yang kedua adalah realisasi investasi yang terlaporkan.

“Nah realisasi investasi yang terlaporkan inilah yang selama lima tahun terakhir mengalami penurunan atau tak pernah tercapai target,” ujar Harso, belum lama ini.

Baca juga: Investasi di Kudus Sudah Capai Rp 1,1 Triliun, Lampaui Target Rp800 Miliar

Harso mengungkapkan, pada 2019 target realisasi investasi yang terlaporkan sebesar Rp2,87 triliun, tapi di akhir tahun  tercapai kurang lebih sebesar Rp2,33 triliun. Di 2020 target realisasi investasi yang terlaporkan sebesar Rp3,02 triliun dan hanya tercapai Rp2.04 triliun.

“Di tahun 2021 target realisasi investasi yang terlaporkan sebesar Rp3,17 triliun tapi hanya tercapai Rp959,9 miliar,” bebernya.

Hampir sama dengan 2021, realisasi investasi yang terlaporkan pada 2022 juga masih jauh panggang dari api. Pasalnya, 2022 lalu target realisasi investasi yang terlaporkan sebesar Rp3,33 triliun, tapi pada akhir tahun hanya tercapai Rp1,06 triliun.

Baca juga: Percepat Laju Investasi, Pemkab Kudus Susun Peta Lahan untuk Investor

“Pada 2023 investasi terlaporkan ditarget sebesar Rp3,49 triliun dan pada semester 1 baru tercapai Rp1,3 triliun,” ungkapnya.

Harso mengungkapkan, faktor penyebabnya adalah masih minimnya kesadaran para pelaku usaha di Kudus untuk melaporkan kegiatan usahanya melalui sistem yang sudah terbangun dan tersampaikan di media sosial maupun website yang sudah ada.

“Di samping itu ada juga kendala di internal kami. Pasalnya, berdasarkan struktur organisasi dan tata kerja di Perbup 59 tahun 2021, jumlah personel untuk bidang penanaman modal adalah 13 orang. Sementara saat ini hanya ada lima orang saja,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER