BETANEWS.ID, KUDUS – Nasib miris dialami Persatuan Sepak Bola Kudus (Persiku). Selain prestasi yang masih jauh dari harapan, klub kebanggaan warga Kota Kretek itu ternyata memiliki utang hingga miliaran rupiah.
menurut Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kudus, Daniel Budi Sampoerna, utanfg yang dimiliki Persiku kurang lebih Rp5 miliar.
“Utang Persiku itu sejak 2021 sampai saat ini,” ujar Daniel saat ditemui usai audensi dengan ketua DPRD Kudus di Gedung DPRD Kudus, Senin (12/9/2023).
Baca juga: Dana Persiapan Persiku Hanya Rp500 Juta, Askab dan SMM Ngadu ke Ketua DPRD Kudus
Daniel berterus terang, sejak 2021 anggaran untuk Persiku yang diajukan Askab ke Kontingen Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus selalu tidak terealisasikan. Sehingga, manajemen harus mencari dana sendiri untuk Persiku.
“Kita ingin utang yang ada itu dijumlahkan dan anggaran untuk Persiku dimaksimalkan, sehingga jangan ada hutang lagi,” harapnya.
Dia mengungkapkan, selama ini utang Persiku itu kepada para mantan manajernya. Bahkan pengeluaran managemen Persiku pada 2021 itu belum terbayar sama sekali.
“Pada 2021 itu manajernya Mas Ardi. Bahkan belum dibayar sepeserpun,” ungkapnya.
Baca juga: Ketua DPRD Kudus Diminta Jadi Ketua Umum Persiku, Ini Alasannya
Oleh karena itu, pihaknya mencari sosok untuk dijadikan Ketua Umum Persiku agar bisa menjadi kontrol manajemen klub berjuluk Macan Muria itu. Ia juga selalu mengupayakan agar utang Persiku kepada para mantan manajernya bisa terbayar.
“Kita selalu menganggarakan dan menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada KONI, bahwasanya bagaimana ini tanggung jawabnya dan utang Persiku,” ungkapnya.
Dia pun berharap, semua mantan manajer bisa berkomunikasi untuk memperbaiki Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengeluaran saat menukangi Persiku. Sebab, bagaimanapun yang ditagih adalah uang negara jadi administrasi harus lengkap.
Editor: Ahmad Muhlisin

