BETANEWS.ID, KUDUS – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan seporter Persatuan Sepak Bola Indonesia Kudus (Persiku) ngadu ke ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Masan. Dalam audiensi di ruang transit gedung DPRD Kudus, Senin (11/9/2023) itu, mereka menanyakan kejelasan nasib klub sepak bola kesayangan warga Kota Kretek itu.
Ketua Askab PSSI Kudus, Daniel Budi Sampoerna mengatakan, Liga 3 Jawa Tengah dan Piala Soeratin sebentar lagi bergulir. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait anggaran untuk Persiku.
“Oleh sebab itu, kami melakukan audensi kepada Ketua DPRD Kudus minta kejelasan anggaran. Pasalnya, 22 Oktober 2023 itu Liga 3 Jateng sudah mulai bergulir,” ujar Daniel.
Baca juga: Pembentukan Tim Persiku Belum Jelas, Suporter Mengeluh Permintaan Audensi Tak Direspon Bupati
Daniel mengungkapkan, saat ini Askab hanya ada anggaran sebesar Rp 500 juta. Namun, mominal tersebut sangat minim untuk mengarungi kompetisi Piala Soeratin untuk Persiku Junior dan kompetisi Liga 3 Jateng. Sehingga ia pun tidak yakin ada manajer yang bersedia menjalankan Persiku dengan anggaran tersebut.
“Manajer Persiku saat ini sudah bagus. Tapi jika tidak bersedia menjalankan Persiku, tentu Askab akan tetap berusaha memberikan yang terbaik,” bebernya.
Baca juga: Tak Ingin Gonta-ganti Manajer Persiku, Hartopo: ‘Tidak Baik’
Sebab menurutnya, kebutuhan anggaran Persiku untuk mengarungi Liga 3 Jateng dan Piala Soeratin tahun 2023 kurang lebih Rp2,5 miliar. Terkait kebutuhan anggaran tersebutlah, pihaknya bersama dengan suporter melakukan audensi dengan ketua DPRD Kudus.
“Harapanya anggaran tersebut bisa dipenuhi dan ada kejelasan, agar Persiku bisa segera terbentuk, mengingat waktunya juga sudah mepet,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

