BETANEWS.ID, KUDUS – Chomariah (32) tampak sibuk menata mi ayam dalam mangkuk pangsit di warungnya yang berada di Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Siang itu, warungnya tampak ramai didatangi pembeli yang ingin santap siang.
Yang menarik, warung Mie Lazatos yang ia rintis pada 2020 itu menyediakan plihan saus yang beragam. Ini tentu berbeda dengan mi ayam kebanyakan yang biasanya sausnya sudah disediakan di meja saji. Saus itu mulai dari saus orisinal, BBQ, lada hitam, hingga sambal sadis.
Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, Ia bersedia berbagi cerita tentang ide awal membuka usaha mi ayam pangsit yang saat ini masih menjadi buruan berbagai kalangan dari anak-anak hingga orang tua itu.
Baca juga: My Fodee, Kedai Ramah Lingkungan di Jepara yang Punya Menu-Menu Enak
“Awalnya tempat warnet karena pas Corona sepi jadi coba buat usaha mi ayam pangsit. Dulu dijual online tapi karena kewalahan, suami menyarankan buka offline saja. Alhamdulillah sehari bisa habis sampai 50 porsi,” jelas Ibu tiga anak itu saat ditemui, Senin (21/08/2023).
Untuk harga, ia membanderol mulai Rp8 ribu hingga Rp12 ribu. Untuk pembeli yang jauh dari Mie Lazatos bisa memesan melalui aplikasi Grab.
“Biasanya kebanyakan yang beli itu karyawan pabrik karena dekat dengan pabrik, lalu ada juga keluarga. Di sini buka mulai pukul 10.00-21.00,” bebernya.
Baca juga: Mi Bakar di Outlet Mie Blasteran Ini Rasanya Unik, Coba Deh Siapa Tahu Ketagihan
Selain itu, Ia juga menerima pesanan untuk acara-acara seperti arisan atau buka bersama. Chomariah juga tidak mematok minimal pesanan.
“Saya juga menerima pesanan untuk acara-acara, kalau pesanan 15-20 porsi bisa dipesan langsung hari H, tapi kalau di atas 15-20 porsi harus pesan satu hari sebelumnya,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

