BETANEWS.ID, PATI – Puluhan adonan roti tampak dimasukkan ke dalam sebuah oven atau alat pemanggang roti. Beberapa menit kemudian, roti dengan topping kopi tersebut diangkat, dan untuk selanjutnya dikemas dengan plastik.
Bukan sembarang kopi yang digunakan sebagai topping roti tersebut. Namun, kali ini kopi yang dipakai adalah kopi khas Jolong, Pati. Roti olahan dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati ini, merupakan varian teranyar, yaitu Roti Kopi.
Rasa gurih bercampur pahit dari kopi memberi daya tarik nagih untuk dinikmati bersama minuman hangat.
Baca juga: Roti Produksi Warga Binaan Lapas Pati Ini Pelanggannya Banyak, Bisa Hasilkan Duit dari Lapas
Kasi Pembinaan Narapidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Pati, Eko Budihartanto mengatakan, roti kopi memang menjadi produk baru. Dirinya mengatakan roti lembut berselimut aroma kafein itu baru dirilis sejak Februari lalu.
“Sebenarnya tidak ada perbedaan dengan roti lain. Tetapi penambahan topping kopi untuk variasi rasa dari produk roti di sini,” ujarnya.
Dirinya mengatakan, pihaknya sengaja menggunakan kopi Jolong khas Pati itu karena mudah didapat.
Di sisi lain, penggunaan Kopi Jolong menurutnya sebagai upaya Lapas ambil bagian dalam mempromosikan olahan lokal. Terutama kopi yang terkenal dengan rasa nikmat dan pahit dengan takaran yang pas.
Baca juga: Pisang Nugget Sharmee, Bisnis Jajanan Kekinian yang Omzetnya Capai Rp60 Juta Sebulan
“Apalagi dalam pelatihan kami ada roasting kopi. Jadi selain diolah sebagai minuman di kafe milik Lapas, kopi ini juga dibuat untuk roti,” ungkapnya.
Saat ini, roti bercita rasa kopi menjadi salah satu varian roti di Lapas. Sebelumnya mereka telah memproduksi sejumlah roti seperti roti berisi pisang dan berisi cokelat.
Ke depannya pihak Lapas kini sedang mengembangkan kembali produk roti olahan mereka. Di antaranya produk roti tawar hingga roti untuk hamburger.
Editor: Ahmad Muhlisin

