BETANEWS.ID, KUDUS – Tangan mungil Voletta Jauza’a Nasa’a (17) tampak cekatan menggoreng frozen food di Kedai Voletta, Desa Kerjasan RT 01 RW 02, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Setelah matang, ia lantas meniriskannya dan kemudian dikemas untuk diserahkan pada pembeli.
Sehari-hari, gadis yang sudah nekat berwirausaha sejak usia 14 tahun itu memang banyak ditemui di kedainya itu. Kedai yang dirintis dengan modal Rp3 juta dari hasil jualan online itu kini jadi ladang rezekinya.
Di saat anak seusianya disibukkan dengan sekolah dan bermain, Voletta malah sudah sibuk mencari uang jajan sejak 2021 lalu. Voletta menjelaskan, alasannya berani membuka usaha meskipun masih muda adalah untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sekaligus menyiapkan masa depan. Apalagi, usahanya itu juga disupport oleh orang tuanya.
Baca juga: Tak Patah Arang Tiba-Tiba Dipecat dari Kerjaan, Monik Bangkit Rintis Outlet Paper Chicken
“Dulu awalnya bermula dari jualan masker secara online. Rasanya cocok dengan hasilnya, jadi saya kembangkan dengan barang online shop yang lain. Setelah 2 tahun, berani untuk berjualan offline di bidang kuliner,” tuturnya saat ditemui, beberapa waktu lalu
Ia menjelaskan, Kedai Voletta mulanya hanya menjual jambu kristal yang sedang hype pada saat itu. Seiring berkembangnya waktu, jualannya kini lebih variatif dengan tambahan frozen food seperti cipak dan boci.
“Biasanya, cipak dengan bumbu yang pedas dan basreng menjadi best sellernya,” imbuhnya.
Setelah lebih dari 2 tahun berwirausaha, perempuan yang masih duduk dibangku kelas 3 SMA ini memiliki omzet jutaan rupiah setiap bulannya.
Orang tua Voletta, Nasrochah (50), merasa anaknya telah memiliki mental berwirausaha sejak kecil. Terbukti, saat kelas IX, ia sudah berani berjualan, meskipun secara online. Dengan begitu, selaku orang tu, ia selalu support apa yang diinginkan anaknya tersebut.
Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Endro di Bisnis Ukir Jepara: Pernah Jaya, Dihantam Pandemi, Kini Bangkit Lagi
“Saya merasa memang ia memiliki mental berwirausaha sejak kecil. Jadi saya senantiasa untuk mensupport dengan selalu mengarahkan dan memantau apa yang ingin ia lakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam melakukan parenting kepada anak-anaknya, ia selalu menanamkan nilai-nilai kehidupan, supaya kelak di kehidupan mendatang tidak kaget dengan dinamika kehidupan yang terjadi.
“Poin penting yang saya sampaikan ke anak-anak adalah tentang nilai-nilai kehidupan, salah satunya adalah jangan terbiasa bergantung kepada orang lain. Semoga ia dapat berkembang lebih baik lagi,” tutupnya.
Penulis: Alfiyan Chasanul Muna, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

