BETANEWS.ID, KUDUS – Di pertigaan Jalan Pangeran Puger No 40, Desa Demaan, Kecamatan/Kabupaten Kudus, tampak sebuah outlet bertuliskan Paper Chicken. Beberapa pembeli tampak sedang menunggu di kursi-kursi yang disediakan di depan outlet.
Di bagian dalam, seorang wanita tampak sibuk memasak semua menu pesanan pembeli itu. Satu per satu menu itu ia siapkan sampai proses mengemasnya untuk segera dibawa pulang pembeli. Dia adalah Monik (29), Owner Paper Chicken.

Monik menjelaskan, Paper Chicken itu ia rintis pada Januari lalu saat tiba-tiba dipecat dari perusahaan tempat ia bekerja.
Baca juga: Ayam Geprek Masagus Dekat IAIN Kudus Ini Mampu Jual hingga 500 Porsi Sehari
“Karena kan dicut dari perusahaan, terus jadinya ditawari lokasi ini. Dan sebelumnyakan saya pernah jualan makroni pedes kemasan, jadi bismillah buka usaha Paper Chicken ini,” tuturnya, kamis (27/7/2023).
Menurut Monik, menu-menu yangdisediakan cukup variatif, yaitu rice box, kebab, snack, dan minuman. Untuk harganya bermacam-macam, dari rice box yang dihargai Rp14-21 ribu, kebab Rp12-16 ribu, dan minuman dari Rp2-10 ribu.
“Best seller di sini nasi ayam barbeque sama kebab ayam barbeque original. Untuk minumnya yang best sellernya tetep es teh jumbo sama es jeruk jumbo,” beber dia.
Baca juga: Selat Solo Bu Titik di Prambatan Lor Kudus Ini Tak Pernah Sepi Pembeli, Harganya Cuma Segini
Saat ini, Monik masih menjual dengan cara dibungkus pada jam buka mulai pukul 11.30-21.00 WIB. Para pembeli juga bisa memesan melalui GrabFood dan ShopeeFood.
“Kalau ramainya tuh malah pas masa sekolahnya udah stabil. Namun, pelanggan kami dari semua kalangan. Kalau anak muda biasanya pesennya rice box sama kebab. Sedangkan untuk ibu-ibu atau bapak-bapak itu biasanya beli kebab dan dibawa pulang,” tandasnya.
Penulis: Nurul Azmi Bisyafa’atil Izza, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

